Kabupaten Tanjung Jabung Timur (ANTARA) - SKK Migas bersama PetroChina Jabung Ltd (PCJL) terus memperluas peran sosialnya dalam mendukung peningkatan kualitas masyarakat di sekitar wilayah operasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Salah satu upaya tersebut diwujudkan lewat pelaksanaan program Kebun Literasi.
Program Kebun Literasi merupakan hasil sinergi antara SKK Migas–PetroChina Jabung Ltd turut menggandeng Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), yang memadukan penguatan literasi dengan edukasi lingkungan berbasis praktik, di Perpustakaan Cendekia, Kelurahan Pandan Jaya, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jumat (30/1).
Act. Comdev Supervisor PetroChina Jabung Ltd, Mulyono Eko mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun sumber daya manusia yang lebih berkualitas dan berwawasan lingkungan.
"Melalui Kebun Literasi, anak-anak tidak hanya diajak membaca, tetapi juga dikenalkan pada konsep pembelajaran kontekstual, seperti mengenal tanaman obat dan cara merawatnya. Ini menjadi bentuk literasi yang aplikatif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari," ujarnya
Ia menambahkan, SKK Migas–PetroChina tidak hanya fokus pada pengembangan sektor energi, tetapi juga berupaya menghadirkan program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.
Selain Kebun Literasi, SKK Migas–PetroChina juga menjalankan program pemberdayaan lain, seperti Sekolah Lansia Tangguh dan revitalisasi Taman Baca Masyarakat (TBM) di sejumlah desa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Pada program Sekolah Lansia Tangguh, kegiatan dilaksanakan di dua lokasi, yakni Kelurahan Pandan Jaya melalui Sekolah Lansia Mentari, serta Desa Pandan Makmur melalui Sekolah Lansia Bahagia.
Sebanyak 85 peserta lansia mengikuti program tersebut dengan materi pembelajaran meliputi edukasi kesehatan, pembinaan mental-spiritual, hingga pelatihan keterampilan produktif.
Beberapa keterampilan yang diberikan antara lain pengolahan minyak jelantah menjadi sabun cair dan pelatihan ecoprint sebagai produk ramah lingkungan bernilai ekonomi.
Sementara itu, revitalisasi TBM dilakukan di tiga wilayah, yaitu Pandan Jaya, Pandan Makmur, dan Pandan Lagan. Program ini tidak hanya menghidupkan kembali fungsi TBM sebagai ruang baca, tetapi juga dikembangkan sebagai pusat literasi kreatif dan digital bagi masyarakat.
Kegiatan revitalisasi meliputi pelatihan pengelola TBM melalui Training of Trainers (ToT), kelas mendongeng edukatif untuk anak-anak, praktik ecoprint bagi siswa sekolah dasar, serta pelatihan literasi digital bagi remaja.
Dosen UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Nailul Husna, menjelaskan bahwa Kebun Literasi dirancang untuk memperkenalkan literasi botani kepada anak-anak dengan pendekatan belajar langsung di lapangan.
"Anak-anak diajak mengenal berbagai jenis tanaman, fungsi bagian tanaman, serta manfaatnya. Pendekatan ini efektif karena mereka belajar melalui pengalaman, bukan hanya teori," katanya.
Metode penanaman dilakukan menggunakan sistem potting dengan polybag, menggunakan media tanam campuran tanah, kompos, dan sekam. Metode tersebut dinilai praktis dan sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar perpustakaan yang kerap terdampak genangan air.
Kegiatan ini diikuti oleh 30 siswa SDN 114/X Pandan, Salah satu peserta Rafa Pratama, siswa kelas 5, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena dapat belajar sambil praktik langsung.
"Biasanya belajar cuma di kelas, tapi ini bisa langsung tanam sendiri. Jadi lebih seru dan gampang ingat," ujarnya.
Melalui program Kebun Literasi, SKK Migas–PetroChina berharap dapat menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan literasi akademik, tetapi juga kesadaran terhadap lingkungan serta semangat untuk berkontribusi positif bagi masyarakat sekitar.
Pewarta: Hendri RostaEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026