Kota Jambi (ANTARA) - Ketua DPRD Provinsi Jambi Muhammad Hafiz Fattah mendorong penuntasan jalan khusus (hauling) angkutan batu bara, guna menjaga iklim investasi tetap kondusif di daerah tersebut.
Hal itu disampaikan Hafiz di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Jumat, usai menerima audiensi dan menyikapi surat resmi dari organisasi Pemuda Pancasila yang menaruh perhatian terhadap isu kemacetan, akibat angkutan batu bara.
"Berdasarkan komunikasi dan surat resmi yang disampaikan kepada DPRD, Pemuda Pancasila mengajak untuk menguraikan masalah jalan khusus yang saat ini menjadi hal vital di Provinsi Jambi," kata Hafiz.
Ia menilai kemacetan akibat aktivitas kendaraan batu bara telah menjadi persoalan serius, karena berdampak langsung pada kenyamanan masyarakat luas.
Oleh karena itu, jalan khusus merupakan solusi jangka panjang yang tidak dapat ditunda lagi penuntasannya.
Hafiz menjelaskan pemerintah daerah telah beberapa kali melakukan pembaruan target penyelesaian proyek tersebut.
Awalnya pembangunan ditargetkan rampung pada 2024, namun sampai 2026 jalan tersebut belum tuntas, akibat kendala lapangan seperti masalah ganti rugi lahan hingga izin pemakaian kawasan hutan produksi.
Untuk memastikan progres penuntasan berjalan sesuai rencana, DPRD Provinsi Jambi berencana membentuk Panitia Khusus (Pansus) percepatan jalan batu bara.
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk pengawasan ketat terhadap jalannya proyek agar dapat segera mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan lalu lintas.
"Lewat Pansus DPRD provinsi, nanti bisa dipanggil berbagai pihak terkait untuk himpun informasi dan mencari solusi yang cepat dan tepat," ujarnya.
Menurut dia keberadaan jalan khusus tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jambi.
Ia menegaskan dorongan ini murni untuk kepentingan masyarakat dan tidak terkait dengan muatan politik.
"Ini adalah kebutuhan vital bagi masyarakat. Kami memohon dukungan dari semua lapisan agar proyek ini selesai tepat waktu," ajaknya.
Berdasarkan rapat terakhir di rumah dinas gubernur, tambah dia, pengerjaan diharapkan selesai pada Agustus atau September 2026.
