Kota Jambi (ANTARA) - Gubernur Provinsi Jambi Al Haris menekankan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai ujung tombak pembangunan harus serius untuk meningkatkan kinerja.

Langkah itu penting, terutama dalam menghadapi tantangan dinamika global yang terjadi saat ini, kata Gubernur Al Haris di Jambi, Senin.

Penegasan itu disampaikannya saat apel kedisiplinan dan halalbihalal ASN dan PPPK dilingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi setelah libur Lebaran Idul Fitri 1447 H/2026 M yang berlangsung di lapangan Kantor Gubernur Jambi.

"Saya melihat semua telah bekerja maksimal untuk tugas-tugas yang diemban, meski di sana sini masih terdapat kendala dan masalah, maka  perlu meningkatkan kinerja. Untuk itu, perlu keseriusan kita," ujarnya.

Menurut dia pembangunan Jambi masih berjalan baik, dilihat dari pertumbuhan ekonomi masih bisa bertahan di angka 4,93 persen (2025). 

Hal ini menandakan bahwa Provinsi Jambi dalam kondisi meyakinkan, meski tidak mudah mengelola pemerintahan dalam kondisi geopolitik dan geoekonomi saat ini yang tidak stabil.

"Laksanakan semua program kerja dan seluruh rangkaian kegiatannya dengan sebaik-baiknya, dengan senantiasa berpedoman aturan dan ketentuan yang berlaku," katanya menegaskan.

Hal itu, mengingat pertumbuhan ekonomi masih di tengah, pemerintah daerah harus berpikir bagaimana mengelola dengan sumber daya yang ada agar bisa bekerja tidak hanya bertahan, tetapi bisa mengambil langkah-langkah strategis.

Gubernur memerintahkan, segera merealisasikan program, dan jangan sampai menunda agar terhindar penumpukan kegiatan pada akhir tahun yang bisa berdampak terhadap kualitas pekerjaan.

Ia meyakini, dengan mempercepat pelaksanaan pekerjaan, maka berdampak terhadap pergerakan ekonomi riil di masyarakat.

Sebab, belanja pemerintah (government expenditure) berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat.

“Kami akui tantangan provinsi juga semakin besar, tetapi masih ada di tengah dari urutan provinsi yang ada di Sumatera," tutupnya.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026