Kota Jambi (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jambi membuka ruang investasi asing, khususnya bagi pengusaha dari Jerman dan Belgia yang berencana melakukan investasi di daerah tersebut.
"Kita undang mereka (pengusaha Jerman dan Belgia) untuk pemaparan rencana investasinya, maunya berinvestasi di bidang apa dan lokasi di mana, prinsipnya adalah Pemprov sangat mendukung," kata Gubernur Jambi Al Haris di Jambi, Rabu.
Al Haris memastikan memberikan ruang seluas luasnya kepada investor melakukan investasi di Jambi, sepanjang sesuai dengan kesepakatan saling memberikan manfaat dan tidak menyalahi aturan.
"Kita berikan tempat untuk mereka (Investor) silahkan kami dukung penuh, kami memberikan ruang untuk mereka sepanjang sesuai dengan bahan baku yang ada di Jambi," singkatnya.
Ketua Tim Ahli Gubernur (TAG) Jambi Syahrasaddin menyambut baik rencana kedatangan investor tersebut. Ia menilai momentum ini harus dimanfaatkan untuk mendorong transformasi ekonomi daerah.
“Jambi memiliki potensi besar di sektor kelapa. Selama ini kita masih menjual bahan mentah, dengan hilirisasi, nilai ekonomi bisa meningkat, lapangan kerja terbuka, dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak," ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya kesiapan daerah, baik dari sisi regulasi, infrastruktur, maupun dukungan kebijakan agar investasi yang masuk dapat berjalan optimal.
Menurutnya, peran TAG adalah memastikan setiap peluang strategis seperti ini dapat dikawal dengan kajian matang dan terarah.
Jika terealisasi, investasi ini diyakini tidak hanya memperkuat sektor perkebunan, tetapi juga menjadi pintu masuk industrialisasi berbasis komoditas lokal di Provinsi Jambi
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun luas tanaman kelapa dalam di Provinsi Jambi tercatat 118.779 hektare dengan produksi 105.255 ton per tahun. Tersebar di Kabut Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026