Tanjung Jabung Timur, Jambi (ANTARA) - Investor asal Jerman melirik potensi pengembangan strategi ekonomi untuk mengolah bahan mentah (hilirisasi) berbasis kelapa sebagai produk unggulan di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) Provinsi Jambi.

Hal itu ditandai dengan kunjungan kelompok ahli dan profesional "Roemah Kelapa Indonesia" (Tim Expert Roeki) bersama perwakilan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) dan calon investor di Tanjab Timur, Jambi, Jumat.

"Kami membuka peluang seluas-luasnya bagi investor, pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh, bahkan karpet merah bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di Tanjab Timur," kata Bupati Kabupaten Tanjab Timur Dillah Hikmah Sari.

Ia menegaskan pemerintah berkomitmen dalam mendukung pengembangan industri kelapa yang ada di Kabupaten Tanjab Timur, mengingat daerah tersebut memiliki potensi luas perkebunan kelapa seluas lebih kurang 51 ribu hektare (ha) sebagai salah satu sentra kelapa terbesar di Jambi, yang dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah.

Ia menambahkan di tengah kondisi efisiensi anggaran, kehadiran investor menjadi salah satu solusi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dillah menjelaskan bahwa hilirisasi kelapa merupakan bagian dari program strategis nasional yang didorong oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PPN/Bappenas. Langkah itu bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa melalui berbagai produk turunan, seperti minyak kelapa, santan, sabut kelapa hingga tempurung.

Investor asal Jerman Philips Wallat menyampaikan ketertarikan terhadap potensi kelapa dalam di Tanjab Timur. Dirinya menilai daerah itu memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai pusat industri pengolahan kelapa yang berorientasi ekspor.

Saat ini, ia mengatakan masih melakukan kajian lebih mendalam terhadap potensi turunan kelapa, khususnya pada bagian sabut dan batok kelapa yang dinilai memiliki nilai ekonomis tinggi.

Kedua komoditas tersebut rencananya akan diteliti lebih lanjut di negaranya guna melihat peluang pengembangan produk berbasis teknologi di pasar internasional.

Langkah itu menjadi bagian dari penjajakan awal sebelum realisasi investasi, sekaligus untuk memastikan bahwa potensi yang dimiliki Tanjab Timur dapat diolah secara optimal dan berdaya saing global.

Dengan adanya penelitian tersebut, diharapkan ke depan dapat tercipta inovasi produk turunan kelapa yang tidak hanya bernilai tambah tinggi, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor dan memperkuat posisi Tanjab Timur sebagai salah satu sentra kelapa unggulan di Indonesia.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026