Kabupaten Merangin (ANTARA) - Bupati Merangin, Provinsi Jambi Muhammad Syukur menginstruksikan satuan kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menciptakan inovasi menggali sumber-sumber pendapatan asli daerah (PAD) baru, terutama pengelolaan aset lahan kebun dan area parkir yang selama ini belum maksimal.

 

"Saya perintahkan agar aset-aset seperti kebun yang belum produktif segera dikerjasamakan dengan pihak ketiga agar memberikan kontribusi nyata bagi daerah. Begitu juga dengan penataan sistem parkir, hilangkan kebocoran dan optimalkan fasilitas yang ada," tegas Syukur saat memimpin rapat evaluasi PAD triwulan satu tahun 2026, di Bangko, Senin.

Dalam rapat tersebut bupati menyoroti realisasi PAD tiga bulan awal sebesar 28,16 persen atau senilai Rp40 miliar.

Meski capaian angka tersebut dinilai cukup stabil, ia menegaskan agar seluruh OPD tidak berpuas diri.

Ia menginstruksikan jajarannya untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap kinerja OPD yang capaiannya masih di bawah target, terutama jika dibandingkan dengan realisasi pada 2025.

Berkaca dari tahun sebelumnya, pemerintah cenderung bersantai pada awal tahun kemudian bekerja terburu-buru di penutup tahun anggaran.

Untuk itu, mantan anggota DPD RI itu perintahkan seluruh kepala dinas lebih gesit mencari langkah-langkah konkret agar target setiap triwulan berjalan bisa maksimal.

Syukur menekankan pentingnya inovasi dalam menggali sumber PAD baru, selaras dengan keinginan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar daerah memaksimalkan pendapatan daerah.

Bupati berharap rapat evaluasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi menjadi momentum bagi setiap OPD untuk mengubah pola kerja menjadi lebih produktif.

"Saya ingin ada terobosan baru, apa kendala, apa solusinya, dan dimana potensi yang bisa kita kejar. Jika ada arahan untuk optimalisasi pihak ketiga atau penataan aset, segera eksekusi. Jangan biarkan potensi pendapatan kita menguap begitu saja," tegas dia.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026