Muara Bulian, Batanghari (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi mencatat sebanyak 76 desa di daerah setempat ditetapkan sebagai wilayah potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang Hari Sholihin, Rabu, mengatakan bahwa puluhan desa tersebut ditetapkan wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tanggal 17 April 2026.

"Penetapan itu seiring tingginya potensi kebakaran akibat faktor cuaca dan aktivitas manusia,"katanya.

Dapat diketahui, ada delapan kecamatan menjadi fokus utama penanganan karhutla tahun ini yaitu Pemayung, Bajubang, Muara Bulian, Muara Tembesi, Maro Sebo Ulu, Maro Sebo Ilir, Mersam, dan Batin XXIV.

"Seluruh kecamatan di wilayah tersebut masuk kategori rawan," ujarnya.

Menurutnya, terdapat juga desa di kecamatan tersebut memiliki tingkat kerentanan tinggi, terutama saat memasuki musim kemarau yaitu Jembatan Mas, Bungku, Pasar Baru, Jelutih, dan Kembang Paseban.

Untuk itu, Pihak BPBD setempat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terlebih dengan adanya potensi cuaca panas berkepanjangan.

"Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena berisiko tinggi memicu kebakaran yang lebih luas,"tutupnya.



Pewarta: Riski Apriyani
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026