Muara Bulian, Batanghari (ANTARA) - Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menghadiri rapat koordinasi nasional (Rakornas) bersama Kementerian Pertanian RI di Jakarta.
Rakornas ini digelar sebagai langkah antisipatif menghadapi prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi kekeringan ekstrem pada tahun 2026.
Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan langkah strategis guna memastikan ketersediaan pangan tetap aman, meskipun terjadi fenomena El Nino yang diperkirakan cukup ekstrem atau disebut “El Nino Godzilla”.
Kementerian Pertanian meyakini, jika fenomena tersebut berlangsung selama enam bulan, stok pangan nasional masih mencukupi hingga 11 bulan ke depan.
Dalam kesempatan itu, Kementan juga memberikan apresiasi kepada para kepala daerah yang hadir langsung dalam Rakornas, termasuk Bupati Batang Hari.
Kehadiran kepala daerah dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung percepatan pencapaian swasembada pangan nasional tahun 2026–2027.
Kabupaten Batang Hari sendiri dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung target tersebut. Saat ini, pemerintah daerah tengah mengupayakan pemerataan lahan sawah seluas sekitar 800 hektare yang masih dalam proses pengembangan.
Selain itu, lahan payau yang sebelumnya tidak produktif kini mulai dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif oleh Pemerintah Kabupaten Batang Hari.
Upaya ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi nyata daerah dalam mendukung swasembada pangan nasional.
Rakornas tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Pertanian Batang Hari, Kepala Bapperida, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta jajaran terkait lainnya.
Pewarta: Riski ApriyaniEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026