Jambi (ANTARA) - Kepala kepolisian daerah (Kapolda) Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar mengatakan kepolisian siap merespons cepat dan terukur bila ada laporan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah itu.

Hal itu disampaikan Irjen Pol Krisno H Siregar usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla dan Pengendalian Massa, di Lapangan Mapolresta Jambi, Rabu.

Dalam arahannya, Kapolda menekankan pentingnya respons cepat dalam menangani kasus karhutla 2026. Ia memerintahkan seluruh personel agar tetap siaga memasuki musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebagai langkah antisipasi, maka Polda Jambi menggelar apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana karhutla serta pengendalian massa yang melibatkan instansi terkait.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dari potensi gangguan bencana.

Kapolda Jambi menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan ini merupakan langkah preemtif utama dalam menghadapi potensi karhutla yang diprediksi meningkat saat kemarau.

"Karenanya, penanganan harus kita lakukan sejak dini dengan mengedepankan upaya pencegahan,” ujarnya.

Berdasarkan prediksi BMKG, potensi titik panas (hotspot) diperkirakan meningkat hingga akhir September 2026. Seluruh personel dituntut untuk meningkatkan kewaspadaan dan responsivitas.

“Kita harus siap menghadapi potensi karhutla yang diperkirakan meningkat mulai Mei hingga September. Kesiapsiagaan kita harus cepat, tepat, dan terukur,” tegas Kapolda.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa dampak karhutla sangat luas, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan, hingga stabilitas ekonomi dan transportasi. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama untuk ditangani secara serius.

Meski dihadapkan pada tugas yang penuh risiko, Kapolda Jambi optimistis sinergi dan profesionalisme lintas instansi mampu meminimalisir dampak bencana tersebut.

“Tugas ini memang tidak ringan, namun dengan komitmen, kebersamaan, dan profesionalisme, saya yakin kita mampu melaksanakannya dengan baik,” kata Irjen Pol Krisno H Siregar.

Polda Jambi akan terus mengedepankan langkah-langkah preventif dan edukatif dengan mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Upaya pencegahan adalah kunci utama dalam menghindari dampak besar dari bencana karhutla,” kata Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar.

Hadir dalam apel tersebut Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani, Wakapolda Jambi Brigjen Pol B. Ali, Irwasda Polda Jambi Kombes Pol Jannus Parlindungan Siregar, serta unsur Forkopimda dan instansi terkait seperti BPBD, Basarnas, TNI, dan Kejaksaan.

 



Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026