Batang Hari, Jambi (ANTARA) - Gubernur Jambi Al Haris menyebutkan pondok pesantren (Ponpes) berperan dalam pembentukan akhlak dan pengetahuan keagamaan generasi muda.

"Kami sangat terbantu sekali, jika tidak ada peran pondok pesantren, bayangkan anak-anak kita ini tidak memiliki akhlak yang mulia dan ilmu-ilmu kitab yang luar biasa," kata Al Haris  saat menghadiri Haul di Ponpes Irsyadul Ibad, Batang Hari, Kamis.

Dalam kesempatan itu, gubernur menyampaikan rasa syukur atas kesempatan bisa hadir di acara yang penuh berkah tersebut dan memuji kiprah pesantren dalam mencetak generasi berakhlak dan berilmu.

Melalui semangat kiai dan ulama di Jambi yang turut menyemarakkan kehidupan keagamaan melalui pendirian pesantren di daerah ini.

Dirinya mengakui, saat ini pemerintah daerah memiliki keterbatasan anggaran sehingga belum mampu memberikan perhatian lebih untuk pondok pesantren yang ada di wilayahnya. 

Meski demikian, ia berjanji pemerintah akan terus membina pesantren meski sesuai kemampuan keuangan daerah. 

Di kesempatan itu gubernur menyerahkan bantuan Pemerintah Provinsi Jambi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jambi senilai Rp20 juta ke Ponpes Irsyadul Ibad. 

"Kami mohon maaf jika pemerintah belum banyak memperhatikan pondok kita ini karena keterbatasan dana. Namun kita akan terus membina," ungkapnya. 

Pengasuh Ponpes Irsyadul Ibad, Agus Mudjahid Royhidin menyampaikan penghargaan dan doa agar kehadiran para tamu termasuk para guru seperti Syekhina Abu Yagyaji Muhammad Taifur Muwardi dan Syed Muhammad menjadi bukti kecintaan para santri kepada guru serta menjadi amal baik.

"Melalui haul ini dapat membuat almarhum "Abah" merasa bahagia, mendapatkan pengampunan, diluaskan kuburnya, dan diterima segala amal baiknya," tutup Agus.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026