Tim SAR gabungan mengevakuasi satu dari dua pekerja yang menjadi korban runtuhnya jembatan di Sungai Limau, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan satu korban lainnya masih dalam pencarian.
"Korban yang ditemukan atas nama Iyan (35) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi," kata Humas Basarnas Jambi M. Luthfi di Kuala Tungkal, Selasa.
Korban meninggal dunia yang merupakan warga RT 05 Desa Parit Pudin, Kecamatan Pengabuan, itu ditemukan pada Selasa (26/5) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh masyarakat di Parit 2 Sungai Rumbai, Desa Ketapang, pada koordinat 0^circ49'42.3''text{ S} - 103^circ04'16.7''text{ E}, atau sekitar 25 kilometer (km) ke arah hulu dari lokasi kejadian awal.
Setelah mendapatkan informasi tersebut, tim Unit Siaga SAR Kuala Tungkal langsung bergerak melalui jalur sungai menuju lokasi untuk mengevakuasi korban. Selanjutnya, jenazah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.
Berdasarkan laporan, insiden tersebut terjadi pada Rabu (20/5) lalu sekitar pukul 11.15 WIB. Saat itu, Iyan dan seorang pekerja lainnya sedang mengelas di bagian bawah jembatan. Tiba-tiba jembatan runtuh dan menyebabkan keduanya terjatuh ke sungai.
Lokasi kejadian berada di Sungai Limau, RT 05 Dusun Karya Baru, Desa Sungai Landak, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, pada koordinat 0^circ48'15.2''text{ S} - 103^circ11'06.4''text{ E}.
Laporan kecelakaan itu awalnya diterima dari pengawas proyek Budi Kamaludin dan perangkat desa setempat Anto.
Setelah menerima laporan, tim langsung berkoordinasi dengan instansi terkait dan melaporkannya kepada pimpinan, kemudian melaksanakan operasi pencarian.
Operasi pencarian ini melibatkan Unit Siaga SAR Kuala Tungkal, Baharkam Polri, Ditpolairud Polda Jambi, Polres Tanjung Jabung Barat, Pos TNI AL, Babinsa, BPBD, PMI Tanjung Jabung Barat, serta masyarakat setempat.
Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap satu korban lain yang dilaporkan masih hilang.
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2026