.....Presiden tidak masalahkan Istana banjir. Yang penting rakyat yang terkena banjir segera mendapat bantuan," katanya.....
Jakarta (ANTARA Jambi) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Kamis pagi meninjau sejumlah titik yang terendam banjir di sekitar Wisma Negara, Kompleks Istana Jakarta.
"Tadi, Bapak Presiden meninjau beberapa titik yang terendam cukup tinggi sekitar 30 Cm di sekitar Wisma Negara, yang berada di antara Istana Merdeka dan Istana Negara," kata Juru Bicara Presiden Julian A Pasha.
Namun, tambah Julian Pasha, saat ini banjir di Istana telah surut.
"Presiden tidak masalahkan Istana banjir. Yang penting rakyat yang terkena banjir segera mendapat bantuan," katanya.
Menurut Julian, Presiden telah menginstruksikan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo di Istana Merdeka agar jajaran TNI segera bertindak membantu di daerah yang terkena banjir.
Dengan surutnya banjir di Kompleks Istana maka pertemuan bilateral antara Presiden Yudhoyono dan Presiden Presiden Argentina Cristina Elisabet Fernandez De Kirchner yang semula harusnya diselenggarakan pada pukul 10.30 WIB sekitar pukul 12.00 WIB baru berlangsung.
Pertemuan antara Presiden Yudhoyono dan Presiden Kirchner yang semula dijadwalkan dilakukan di Istana Merdeka, Kamis pagi sekitar pukul 10.30 WIB dijadwalkan ulang karena banjir yang melanda sejumlah kawasan di Jakarta.
Menurut Juru Bicara Presiden Julian A Pasha, penyesuaian itu terpaksa dilakukan karena situasi yang di luar perkiraan.
Sebelumnya Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah mengatakan, Presiden Argentina berada di Indonesia 16-18 Januari untuk melakukan kunjungan kenegaraan.(Ant)
Editor : Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026