......Korban baru jual buah sawit. Uang itu belum sempat disimpan di bank," katanya.....
Jambi (ANTARA Jambi) - Aksi perampokan sadis terjadi di RT13 Dusun Rasau, Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, pada Senin (6/10) malam, pelaku yang menggunakan senjata api berhasil membawa kabur uang korban Bernad L Tobing (56) sebesar Rp80 juta.

Para pelaku perampokan juga mengikat tangan seluruh penghuni rumah dengan tali rapia lalu menutup mulut mereka dengan mengunakan lakban.

Kapolsek Bajubang Iptu Dastu ketika dikonfirmasi, Selasa mengatakan, aksi perampokan di rumah korban Bernard L Tobing terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Perampok yang diperkirakan berjumlah tiga orang masuk melalui pintu belakang lalu menodong penghuni rumah dengan mengunakan senjata api.

"Penghuni rumah waktu itu sedang nonton di ruang belakang rumah. Tiga pelaku masuk dari pintu belakang lalu menodong penghuni rumah itu dengan senjata api,” kata Kapolsek, Selasa.

Ada enam penghuni rumah yang sedang nonton di dapur pada malam itu. Mereka semua diikat lalu mulutnya dilakban para pelaku. Tidak berapa lama setelah keenam korban diikat, Korban Bernard L. Tobing yang sedang berada di dalam kamar mandi muncul.

"Korban saat itu sedang di kamar mandi. Begitu muncul, pelaku langsung menodongkan senpi dan memaksa korban menunjukkan harta bendanya," ujarnya.

Bernard Tobing yang berada dibawah ancaman akhirnya menunjukan uang tunai Rp80 juta miliknya. Uang tersebut disimpan di lemari hasil dari penjualan buah sawit miliknya yang berlokasi di Sungai Bahar.

"Korban baru jual buah sawit. Uang itu belum sempat disimpan di bank," katanya lagi.

Selain uang tunai, pelaku yang beraksi mengunakan penutup wajah turut merampas satu suku emas milik korban beserta enam unit handphone milik penghuni rumah.

"Setelah mendapatkan jarahannya, ketiga pelaku kabur menggunakan kendaraan roda dua ke arah HTI," kata Kapolsek.

Pada saat pelaku kabur, tujuh korban yang terdiri dari tiga perempuan dan empat lelaki dalam kondisi terikat. Dengan susah payah para korban akhirnya berhasil melepaskan ikatan dan melaporkan kejadian perampokan itu ke Polsek Bajubang.

"Tiga dari korban melapor ke Polsek sekitar pukul 23.00 WIB. Malam itu juga kita bersama tim buser dari Polres Batanghari berupaya melakukan pengejaran, namun belum berhasil," katanya.

Seluruh korban sudah dimintai keterangan, tapi tidak satupun yang mengenali pelaku. Dua pelaku menggunakan sebo, sedangkan yang satunya menggunakan topi dengan posisi mulut ditutup dengan sapu tangan.

Pada malam itu, para korban sama sekali tidak memberikan perlawanan. Mereka semua ketakutan begitu melihat dua dari pelaku menodongkan senjata api.

"Berteriak minta tolong juga tidak dilakukan. Soalnya, posisi rumah korban sepi dari tetangga. Jaraknya sekitar 400 meter," kata Dastu.

Polisi belum berhasil mengungkap identitas ketiga pelaku dan sejauh ini masih menyelediki pihak-pihak yang mengetahui kalau korban sedang menyimpan uang tunai dalam jumlah banyak. (Ant)


Pewarta: Heriyanto
: Edy Supriyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026