Minggu, 22 Oktober 2017

PTDI kirim tailboom ke-50 untuk Airbus Helicopter

id ptdi, pesawat, eksport, airbus
PTDI kirim tailboom ke-50 untuk Airbus Helicopter
Dirut PTDI Budi Santoso berfoto dengan pihak Airbus Helicopter di depan badan helikopter buatan perusahaan dirgantara nasional itu di Hanggar PTDI (humas ptdi)
Bandung, Antarajambi.com - PT Dirgantara Indonesia kembali mengekspor tailboom (ekor) ke-50 dan fuselage (badan) terasembeli yang ke-6 untuk helikopter H225 (civil) /H225M (military) yang telah terintegrasi, Rabu. 

H225/H225M merupakan penamaaan terbaru dari EC225 untuk versi sipil dan EC725 untuk versi militer. Pemberangkatan barang ekspor itu dilakukan di  hanggar assembly EC725/MK II Kawasan Produksi IV PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI)  Kota Bandung.

Pengiriman fuselage dan tailboom helikopter H225/H225M dari PTDI untuk Airbus Helikopter, Perancis menegaskan kerjasama PTDI dengan Airbus Helikopter dalam pengembangan kedirgantaraan yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia. PTDI sebagai global supply chain tailboom dan fuselage untuk Airbus Helikopter. 

Keberhasilan kerjasama industri antara PTDI dan Airbus Helikopter dimulai lebih dari empat dekade yang lalu, dengan jumlah helikopter yang telah dikirimkan mencapai 40 helikopter. PTDI menjadi pemasok utama (single source) untuk tailboom dan pemasok fuselage helikopter EC725/H225M di dunia selain Spanyol.

"Kami senang telah menjadi mitra terpercaya dan pemasok kepada Airbus Helikopter untuk bagian tailboom dan fuselage," kata Direktur Utama PTDI, Budi Santoso. 

Nilai kerjasama pembuatan 2 (dua) unit tailboom senilai USD 88.000 atau USD 44.000 per unitnya dan 1 (satu) unit fuselage senilai USD 385.000. Helikopter H225/H225M yang sebelumnya dikenal dengan nama EC225/EC725 merupakan helikopter generasi baru dari helikopter NAS332 Super Puma.

PTDI telah sanggup mengerjakan pesanan fuselage dalam jangka waktu 10 minggu. Sehingga dalam jangka waktu 2,5 bulan, PTDI mampu mengirimkan 1 fuselage terintegrasi ke Perancis. Sedangkan untuk tailboom dapat dikerjakan setiap 3 minggu sekali. Seperti yang dikatakan oleh Yulianto Soekarno, Manager Program MK II Airbus Helicopter.

"PTDI mampu bukan hanya merakit saja karena PTDI mampu membuat dari raw material sampai barang jadi," kata Budi.
 

Editor: Syarif

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga