Jambi, Antarajambi.com - Usulan yang masuk dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Jambi tahun 2018 mencapai 3.000 usulan yang didominasi pada usulan untuk pembangunan infrastruktur.

Usulan yang masuk mencapai 3.000-an lebih, semua usulan sudah ada dalam database perencanaan," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jambi Doni Iskandar di Jambi, Senin.

Dalam Musrenbang Kota Jambi tahun 2018 itu Wali Kota Jambi memaparkan langsung rencana kerja pembangunan daerah (RPKD) yang masih difokuskan pada sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan pelayanan publik.

Doni menjelaskan pola pembangunan di setiap kecamatan masih seperti tahun sebelumnya yakni pembangunan infrastruktur seperti drainase dan jalan lingkungan masih menjadi prioritas.

Dari ribuan usulan yang masuk itu, kata Doni, belum mampu ditangani keseluruhan dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sehingga akan didahulukan usulan yang lebih prioritas.

"Dari ribuan usulan yang masuk itu dibutuhkan anggaran sebesar Rp2 triliun lebih. Sementara porsi anggaran saat ini untuk pembangunan infrastruktur yang kita pakai sekitar Rp 700 miliar. Artinya dari sisi kekuatan APBD pun terbatas," katanya menjelaskan.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengatakan sengaja mengumpulkan ketua RT, semua komunitas masyarakat serta lapisan masyarakat untuk berdialog dan mendengarkan rencana kerja Pemerintah Kota Jambi yang akan di laksanakan pada tahun 2018 mendatang.

Dalam paparannya itu, ia menyampaikan prioritas pembangunan saat ini masih fokus pada sektor infrastruktur jalan, drainase, air bersih dan irigasi.��

Selain infrastruktur dasar, Pemkot Jambi memfokuskan pada peningkatan pelayanan sektor pendidikan dan kesehatan serta pelayanan publik kepada masyarakat dengan membangun kantor pelayanan dasar.

"Akan kami tingkatkan prasarana dan gedung pelayanan dasar untuk meningkatan pelayanan publik," kata Fasha.



Pewarta: Gresi Plasmanto
: Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026