Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin mengatakan mata uang domestik menguat terhadap dolar AS merespon data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) triwulan II 2017 yang mencatat surplus sehingga pelaku pasar kembali melakukan akumulasi terhadap aset berdenominasi rupiah.
"Data itu menunjukkan aktivitas perekonomian nasional masih cukup stabil," kata Reza.
Bank Indonesia mencatat, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) triwulan II 2017 mencatat surplus sebesar 0,7 miliar dolar AS ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial yang lebih besar dari defisit transaksi berjalan. Surplus NPI itu mendorong peningkatan posisi cadangan devisa menjadi 123,1 miliar dolar AS pada akhir triwulan II 2017.
Ia menambahkan bahwa sentimen dari eksternal mengenai data inflasi Amerika Serikat pada Juli tahun ini yang di bawah perkiraan pasar dapat membuat kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau The Fed diperkirakan belum dilakukan dalam waktu dekat, kondisi itu memicu permintaan dolar AS mereda.
"Data ekonomi domestik yang membaik dan diiringi meredanya permintaan terhadap dolar AS, menopang pergerakan rupiah," katanya.
Kendati demikian, lanjut dia, risiko terkait geopolitik di semenanjung Korea masih menjadi salah satu faktor yang masih diwaspadai oleh pelaku pasar sehingga pergerakan rupiah relatif terbatas.
Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Senin ini (14/8) mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat ke posisi Rp13.344 dibandingkan hari sebelumnya (Jumat, 11/8) Rp13.370 per dolar AS.
Pewarta: Zubi MahrofiUploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.