Kota Jambi (ANTARA) - PT Kalista Nusa Armada (Kalista) membangun stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di Kota Jambi guna mengedukasi penggunaan angkutan umum berbasis energi listrik yang ramah lingkungan.

"Kami membangun infrastruktur pengisian daya sebelum uji coba dimulai agar operasional dapat berjalan dengan lancar, karena populasi kendaraan listrik di daerah itu masih relatif kecil sehingga keberadaan SPKLU belum banyak tersedia," kata Direktur Utama Kalista Albert Aulia Ilyas saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan pemahaman awal masyarakat tentang kendaraan listrik memang masih terbatas dan disertai kekhawatiran keamanan, terutama terkait potensi risiko saat hujan atau gangguan baterai. Namun, seiring waktu dan pengalaman langsung, persepsi tersebut perlahan berubah menjadi kepercayaan dan ketertarikan.

Kalista bersama Pemerintah Kota Jambi terus melakukan sosialisasi secara bertahap untuk meningkatkan dan mengatasi masalah penggunaan transportasi publik yang sudah lama tidak ada, ujar dia. 

Berdasarkan data, dalam kurun waktu 50 hari uji coba pada periode 19 Mei hingga 21 Juli 2025, tercatat lebih dari 19.000 penumpang telah menggunakan layanan pengoperasian bus listrik. Mereka melihat antusiasme masyarakat Kota Jambi terhadap bus listrik sangat positif, kata Albert. 

Bus berukuran enam meter berkapasitas baterai 90 Kwh mampu menempuh jarak sekitar 144 kilometer (km). Sedangkan bus tujuh meter dengan kapasitas baterai 127 kWh dapat menjangkau hingga 190 km dalam satu kali pengisian.

Durasi pengisian daya menggunakan pengisi daya cepat berkapasitas 100 Kw dengan waktu mengisi daya sekitar 55 menit untuk bus enam meter dan 80 menit untuk bus tujuh meter.

Waktu pengisian, kata Albert, dirancang untuk bisa disesuaikan dengan waktu istirahat operasional harian, sehingga tidak mengganggu ritme pelayanan transportasi.

Bus listrik milik Kalista menjajal jalanan Kota Jambi selama uji coba yang berlangsung selama tiga bulan dari 28 Mei 2025 hingga 27 Agustus 2025 untuk mengetahui performa bus hemat energi sesuai kesepakatan nota kesepahaman (MoU) dengan pemerintah setempat.

"Kami ingin memastikan bahwa seluruh aspek, mulai dari performa kendaraan, kesiapan infrastruktur pengisian daya, hingga kenyamanan penumpang, berjalan selaras agar ke depannya transisi menuju armada listrik bisa dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi Saleh Ridha mengatakan masyarakat sangat antusias terhadap keberadaan bus listrik di sana.

Ia mengatakan optimistis transportasi ramah lingkungan ke depan dapat diimplementasikan di Kota Jambi.

Saat ini ada dua unit bus listrik tipe medium dengan merek SAG telah beroperasi. Masing-masing berukuran enam meter dan tujuh meter dengan kapasitas 23 dan 27 penumpang.

Bus itu melayani Rute Terminal Rawasari ke Terminal Alam Barajo, Rute Terminal Rawasari ke Terminal Alam Barajo dan Rute Terminal Rawasari ke Paal X.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026