Jambi (ANTARA) - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melakukan kunjungan kerja ke Polda Jambi dalam rangka mengklarifikasi langsung atas saran dan keluhan masyarakat serta pengumpulan data terkait Sumber Daya Manusia (SDM), Sarana dan Prasarana (Sarpras), Anggaran, dan Operasional Polri.
Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Mulia Prianto, di Jambi Kamis, mengatakan kegiatan tersebut berlangsung di Mapolda Jambi yang dipimpin oleh Komisioner Kompolnas RI Gufron dan dihadiri Irwasda Polda Jambi Kombes Pol Jannus P Siregar, pejabat utama Polda Jambi, personel jajaran, serta perwakilan Sekretariat Kompolnas.
Dalam acara itu juga turut hadir penyidik dari Ditreskrimum Polda Jambi, Polresta Jambi, dan Polres Tebo yang dilaporkan masyarakat dan dimintai klarifikasi oleh tim Kompolnas yang turun ke Jambi dalam beberapa hari ke depan.
Dalam sambutannya, Irwasda Polda Jambi Kombes Pol Jannus P Siregar menyampaikan permohonan maaf karena Kapolda Jambi berhalangan hadir dan dijelaskan situasi kamtibmas serta penanganan pengaduan masyarakat yang telah ditindaklanjuti Polda Jambi.
“Dari 27 aduan yang diterima melalui Kompolnas, sebagian besar sudah ditindaklanjuti, namun terdapat empat kasus yang masih memerlukan pendalaman, di mana kendala utama yang kami hadapi adalah keterbatasan jumlah penyidik,” ujar Jannus.
Dia berharap kehadiran tim Kompolnas dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan kebutuhan penguatan organisasi Polda Jambi ke Mabes Polri, termasuk terkait SDM dan pengisian jabatan PJU yang saat ini kosong karena memasuki masa pensiun.
Sementara itu, Anggota Kompolnas RI Gufron menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat pelayanan Polri terhadap masyarakat.
“Kami membawa empat aduan yang perlu klarifikasi, dengan harapan penyelesaiannya dapat memenuhi ekspektasi pelapor. Kami juga melakukan pengumpulan data untuk mendukung penguatan tugas Polda Jambi dalam menjalankan fungsi kepolisian,” kata Gufron.
Selain klarifikasi aduan, kegiatan juga diisi dengan paparan dari Karo Ops, Karo Rena, Kabag Binkar SDM, dan Kabag Faskon Logistik, yang memaparkan situasi kamtibmas, kondisi anggaran, dinamika SDM, serta kebutuhan sarana dan prasarana (sarpras) serta dukungan operasional termasuk kendala yang dihadapi.
