Kota Jambi (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jambi menyiapkan 66 ton beras cadangan untuk dialokasikan bagi kabupaten dan kota yang dilanda bencana dan akan disalurkan berdasarkan usulan kepala daerah yang membutuhkan.
"Kita telah menyiapkan beras cadangan pemerintah, ada 66 ton akan kita berikan kepada daerah yang dilanda bencana," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pangan Provinsi Jambi, Johansyah di Jambi, Jumat.
Ia menjelaskan, beras cadangan itu untuk masyarakat terdampak bencana, seperti banjir, tanah longsor, kebakaran dan musibah lain yang sifatnya memerlukan penanganan dari pemerintah.
Selain itu, beras cadangan juga bisa digunakan untuk mengendalikan pasar (intervensi) seperti jika terjadi lonjakan harga, seperti kenaikan harga 10 sampai 20 persen selama satu bulan penuh di suatu wilayah.
Lanjut dia, cadangan beras pemerintah itu akan kembali ditambah sebanyak 6 ton pada 2026. Upaya itu sebagai langkah pemerintah dalam membantu meringankan beban korban terdampak bencana.
"Dulu punya 300 ton, sudah dikeluarkan untuk banjir, kebakaran. Tahun depan di tambah anggaran untuk 6 ton, yang jelas pemprov siap menghadapi situasi bencana yang ada di jambi," ungkapnya.
Selain stok pemerintah, Bulog Jambi juga memastikan persediaan cadangan beras cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Provinsi Jambi hingga April 2026, sekaligus menegaskan tidak perlu impor.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jambi Ali Ahmad Najih Amsari menjelaskan ketersediaan beras di Jambi tercatat sekitar 25.936 ton dan stok dalam perjalanan 16.110 ton.
Jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga April 2026. Cadangan tersebut tersebar di wilayah Kota Jambi, Batanghari, Muaro Jambi, Kantor Cabang Kuala Tungkal, Kantor Cabang Merangin, Kantor Cabang Muaro Bungo dan Kantor Cabang Sungai Penuh.
