Kota Jambi (ANTARA) - Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto mendorong agar kayu manis (cassiavera) dan pinang asal Provinsi Jambi ditetapkan sebagai komoditas strategis nasional mengingat perannya yang besar bagi perekonomian masyarakat.
"Sampai hari ini baru 10 yang masuk komoditas strategis nasional, seperti kopi, cengkeh ada sagu, sawit, karet dan lain sebagainya. Untuk kayu manis dan pinang sebagai salah satu komoditas andalan di Jambi belum masuk," kata anggota Komisi V DPR RI Dapil Jambi Edi Purwanto di Jambi, Sabtu (27/12).
Edi mengatakan telah menyampaikan usulan tersebut dalam forum badan legislasi (Baleg) DPR RI melalui panitia kerja (Panja) komoditas strategis. Saat ini panja tengah membahas peluang komoditas tersebut menjadi komoditas strategis.
Politisi PDI Perjuangan itu menilai kayu manis dan pinang layak menjadi komoditas strategis nasional, mengingat hasil perkebunan itu merupakan salah satu produk andalan Jambi terutama di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh untuk produk kayu manis dan Wilayah Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat dan Muaro Jambi yakni pinang.
Jika usulan itu terwujud, menurut dia, negara bisa melakukan intervensi dalam banyak hal, baik melalui pola stabilitas harga pasar, hak cipta. Sehingga pemerintah daerah dapat memberikan perhatian khusus seperti penganggaran melalui dana pemerintah daerah.
"Menurut saya sudah waktunya kayu manis menjadi bagian dari komoditas strategis, apabila hal itu terwujud, negara bisa melakukan intervensi di dalam banyak hal, baik intervensi harga, pasar, hak cipta ini akan menjadi perhatian khusus, termasuk mungkin APBD kabupaten atau provinsi bisa dianggarkan jika itu komoditas strategis," katanya.
Bupati Kerinci Monadi mengatakan dirinya berharap kayu manis asal daerahnya dapat segera ditetapkan sebagai komoditas strategis nasional, mengingat kayu manis Kerinci saat ini sudah mendunia dan menjadi komoditi utama yang belum memiliki aturan dari pemerintah.
"Petani selalu terombang ambing tidak ada kepastian harga, butuh waktu menanam kayu manis lima sampai 20 tahun, waktu di jual harganya turun. Kita berharap bagaimana kayu manis bisa menjadi komoditas strategis nasional, itu yang kita harapkan," kata Monadi.
