Kota Jambi (ANTARA) - Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani mendorong peningkatan kualitas program keagamaan di lembaga pemasyarakatan (Lapas) selama Ramadhan.

Pernyataan tersebut disampaikan wakil gubernur saat menutup kegiatan pesantren kilat di Lapas Kelas IIA Jambi, Kamis.

"Meskipun kegiatan pelatihan atau diklat tertentu berlangsung dalam waktu yang relatif singkat (sekitar 21 hari), saya menekankan bahwa kualitas materi dan implementasi pelaksanaan adalah hal yang paling utama," katanya. 

Menurutnya, upaya yang telah dilakukan pegawai kepada warga binaan merupakan langkah nyata dalam memberikan keberkahan bagi para warga binaan.

Mengingat tugas Lapas bukan sekadar mengurung, melainkan membina aspek kehidupan warga binaan secara menyeluruh, yang ia istilahkan sebagai keseimbangan dunia dan akhirat.

"Saya berharap kualitas dan kuantitas program ini terus ditingkatkan dari tahun ke tahun," ujar wagub.

Kakanwil Ditjenpas Jambi Irwan Rahmat Gumilar dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa program pembinaan kerohanian merupakan terobosan dari Kepala Lapas (Kalapas) Jambi yang diikuti oleh sekitar 400 santri (warga binaan) selama 21 hari penuh di bulan suci Ramadhan.


Menurut dia,  warga binaan tidak hanya menjalani ibadah rutin, tetapi juga menunjukkan prestasi yang membanggakan di bidang
hafalan Al Quran. Bahkan beberapa santri berhasil menyelesaikan hafalan Juz 29 dan Juz 30.

Kakanwil menekankan bahwa kegiatan itu bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan upaya membentuk fondasi kepribadian yang kuat. Melalui peningkatan iman dan takwa, diharapkan warga binaan memiliki modal spiritual yang cukup untuk kembali diterima dengan baik di tengah masyarakat.

Meskipun bulan Ramadhan akan segera berakhir, dirinya memastikan bahwa pembinaan serupa akan terus berlanjut guna menjaga keberlangsungan perubahan positif bagi para warga binaan.

"Program ini merupakan wujud nyata dari program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, di mana Lapas Jambi menjadikannya sebagai program unggulan," ungkap Irwan.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026