Jambi (ANTARA) - Universitas Jambi (Unja) saat ini sedang menjajaki kerja sama guna melakukan riset internasional dan akademik dengan Kedutaan Besar (Kedubes) Jerman untuk Indonesia di Jakarta.

"Untuk tahap awal ini kami menerima kunjungan dari perwakilan Kedutaan Besar Jerman di Jakarta dalam rangka memperkuat kerja sama akademik dan riset internasional di mana kegiatan ini berlangsung di Ruang Serba Guna Lantai 3 Gedung UNIFAC, Universitas Jambi," kata Juru Bicara Unja Tri Imam Munandar di Jambi, Kamis.

Pada pertemuan awal itu, dari pihak Unja hadir Rektor Helmi didampingi para wakil rektor, wakil direktur pascasarjana, kepala lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM), kepala lembaga penjaminan mutu dan pengembangan pembelajaran (LPMPP), serta ketua tim kerja Kerja sama dan layanan internasional, sedangkan pihak Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia diwakili Head of Science and Technology Division, Annisa Fitria. 

Rektor Unja Helmi mengatakan acara ini bagian dari rangkaian kegiatan alumnus DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst atau Dinas Pertukaran Akademis Jerman) di Indonesia sekaligus menjadi kesempatan berdiskusi langsung dengan perwakilan Kedubes Jerman untuk Indonesia.

"Kegiatan ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk berdiskusi langsung dengan perwakilan Kedutaan Jerman. Universitas Jambi sendiri telah menjalin berbagai kerja sama dengan Jerman, mulai dari penelitian, publikasi ilmiah, hingga pertukaran mahasiswa," katanya.

Ia menekankan bahwa pengembangan kolaborasi ke depan dapat difokuskan pada isu-isu strategis, seperti peran kelompok marginal dalam menjaga kelestarian lingkungan. 

Dia menilai fokus ini relevan dengan kondisi wilayah Jambi yang menghadapi tantangan lingkungan, seperti potensi kebakaran hutan dan kabut asap.

Head of Science and Technology Division Kedubes Jerman untuk Indonesia Annisa Fitria mengatakan Jerman membuka peluang luas bagi mahasiswa dan peneliti internasional untuk mengembangkan kapasitas akademik dan profesionalnya.

Ia menjelaskan Kedutaan Besar Jerman tidak hanya memberikan informasi terkait studi dan beasiswa, tetapi juga membuka peluang kerja sama riset, termasuk menjembatani koneksi dengan institusi riset di Jerman serta akses terhadap berbagai program pendanaan.

“Universitas Jambi memiliki potensi yang sangat baik untuk memperluas jejaring internasional, khususnya dengan institusi di Jerman. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa dan dosen untuk mengakses peluang studi, riset, dan kolaborasi yang tersedia,” ujarnya.

Dengan adanya kunjungan ini, Unja dan pihak Jerman memperkuat komitmen dalam pengembangan kerja sama akademik dan riset. 

Kolaborasi ini mencakup peluang riset bersama, pertukaran akademik, serta akses terhadap program pengembangan kapasitas. Kerja sama tersebut diharapkan mendukung peningkatan kualitas mahasiswa dan dosen di tingkat global.

 
 

 



Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026