Muara Bulian, Batanghari (ANTARA) - Pembangunan dua gerai Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Batang Hari, Jambi mengalami permasalahan.

Kepala Bidang Koperasi Disdagkop UKM Kabupaten Batang Hari Idrus di Muara Bulian, Rabu, mengatakan dua gerai Koperasi Merah Putih terpaksa dihentikan karena faktor administrasi dan legalitas lahan.

Kasus pertama terjadi di Kecamatan Muara Bulian yang mana progres fisik gerai sudah mencapai 26 persen, namun pembangunan langsung dihentikan. Penyebabnya, gerai itu berdiri di atas lahan milik Kantor Wilayah Pajak Provinsi Jambi tanpa izin resmi.

“Sudah kami hentikan dan akan dialihkan ke lokasi lain yang status lahan jelas,”katanya.

Kasus kedua menimpa Desa Batin, Kecamatan Bajubang, lahan yang dipakai untuk gerai ternyata milik pribadi dan belum ada hibah dari ahli waris. Tanpa kejelasan status, proyek tak bisa dilanjutkan.

Pemkab Batang Hari sudah melakukan rapat koordinasi bersama TNI dan Bhabinsa digelar untuk mempercepat penyelesaian masalah lahan. Dan pihaknya menargetkan seluruh gerai KDKMP dapat segera dibangun dan beroperasi.

Gerai KDKMP disiapkan sebagai penggerak ekonomi desa. Selain memudahkan warga mendapat kebutuhan pokok, gerai ini juga akan jadi pusat layanan dan pemasaran produk UMKM lokal. 

“Keberadaan koperasi ini penting untuk memperkuat ekonomi desa dan memudahkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok,” ujarnya.

Dengan dua gerai yang masih terhambat, Pemkab Batang Hari akan menargetkan permasalahan lahan selesai, pembangunan berjalan dengan lancar serta ekonomi desa bergerak. 



Pewarta: Riski Apriyani
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026