Jambi (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Jambi menurunkan tim psikologi untuk mendampingi serta memberikan trauma healing kepada keluarga korban pembacokan di Perumahan Pinang Merah, Kota Jambi, yang menewaskan seorang pria bernama Indra (41).
"Pasca-peristiwa pembacokan sadis yang menewaskan Indra, kami mengedepankan pendekatan kemanusiaan, karena anak korban yang masih berusia 18 bulan ikut menyaksikan aksi tersebut," kata Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar di Jambi, Rabu.
Bagian Psikologi Biro SDM Polda Jambi segera melakukan pemulihan trauma.
Fokus utama diberikan kepada anak korban yang menyaksikan langsung aksi kekerasan itu.
Selain sang balita, istri korban juga mendapat pendampingan karena mengalami tekanan psikis berat.
Irjen Pol Krisno menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memulihkan kondisi mental keluarga agar tidak mengalami trauma mendalam.
"Polisi bergerak cepat memberikan pendampingan khusus bagi korban dan keluarganya," ujarnya.
Menurut Kapolda, kasus ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa konflik sosial antara tetangga yang tidak diselesaikan dengan baik dapat berkembang menjadi dendam dan berujung pada tindak kekerasan serius.
“Semua pihak harus prihatin. Permasalahan kecil yang dibiarkan bisa berubah menjadi luka batin dan berujung pada penganiayaan berat,” tegas Kapolda.
Sementara itu, Karo SDM Polda Jambi Kombes Pol Handoko menyebutkan telah mengirimkan tim ke lapangan.
Pendekatan humanis menjadi prioritas agar penanganan kasus pembacokan ini tidak hanya berfokus pada sisi penegakan hukum, tetapi juga kemanusiaan.
Polda Jambi menilai penanganan korban, khususnya anak-anak, merupakan prioritas utama demi mencegah dampak psikologis berkepanjangan yang dapat mengganggu tumbuh kembang.
"Kehadiran aparat dalam memberikan pendampingan psikologis diharapkan menjadi tumpuan baru bagi pemulihan keluarga korban," ujarnya.
Pewarta: Nanang MairiadiEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026