Kota Jambi (ANTARA) - Pemerintah menegaskan komitmen negara dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui kemudahan akses pembelian pupuk bersubsidi bagi petani yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Kebijakan pemerintah tetap membagi pupuk bersubsidi kepada petani sudah tepat dalam mewujudkan swasembada pangan," kata Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi usai membuka rembuk tani di Jambi, Kamis.
Viva Yoga menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran pupuk subsidi dilakukan secara berjenjang, melalui usulan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kemudian dikumpulkan oleh pemerintah, kemudian diteruskan ke Kementerian Pertanian.
Berdasarkan alur tersebut, PT Pupuk Indonesia (Persero) bertanggung jawab menyediakan dan mendistribusikan stok pupuk langsung kepada para petani.
Menurut dia, pola itu merupakan implementasi dari amanat Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kedaulatan bangsa melalui tiga pilar utama terkait pangan, air, dan energi.
Mengenai kondisi di lapangan, khususnya di Provinsi Jambi, ia memastikan bahwa ketersediaan pupuk saat ini dalam kondisi aman dan sesuai jalur (on track).
"Pupuk tersedia sesuai dengan kebutuhan petani, jika ada penyaluran yang belum terdistribusi, itu hanya masalah teknis waktu saja, bukan karena stok kosong," tegasnya.
Direktur Operasi Pupuk Indonesia Dwi Satriyo Annurogo menambahkan untuk memenuhi aspirasi petani, Pupuk Indonesia saat ini mengoperasikan pabrik dalam kapasitas penuh (full capacity) dan berencana melakukan ekspansi kapasitas guna mengakomodasi lebih banyak jenis pupuk subsidi di masa depan.
Pihaknya memastikan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk sebesar 20 persen pada 22 Oktober tahun lalu akan tetap dipertahankan meski di tengah dinamika ekonomi global.
Dwi mengungkapkan hingga 29 April 2026, distribusi pupuk subsidi nasional mencapai 3,15 juta ton, naik signifikan sebesar 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (2,5 juta ton).
Khusus untuk wilayah Jambi, serapan pupuk menunjukkan angka yang sangat positif dan melampaui target, seperti jenis urea mencapai 40 persen, NPK 46 persen hingga akhir April 2026.
Dwi Satriyo memastikan bahwa stok pupuk di Jambi saat ini tersedia sebanyak lebih kurang 3.500 ton. Pupuk Indonesia menjamin akan segera mengisi kembali stok di kios-kios yang menipis akibat tingginya antusiasme petani dalam menebus pupuk.
"Kami siap melaksanakan penambahan kapasitas ini, begitu stok di kios menipis karena langsung diambil petani, akan langsung kami isi kembali. Stok tersedia dan siap didistribusikan," pungkasnya.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026