Kota Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bungo, Provinsi Jambi, menyerahkan hibah tanah untuk mendukung pembangunan gudang dan penggilingan gabah kepada Kantor Wilayah Perum Bulog Jambi sebagai bentuk dukungan program ketahanan pangan nasional.

"Luasnya 2,5 hektare yang akan kita serahkan untuk gudang dan penggilingan, lokasinya dekat bandara Bungo," kata Bupati Bungo, Dedy Putra di Jambi, Selasa.

Menurut Dedy, gudang penyimpanan logistik pangan menjadi kebutuhan pokok memenuhi ketersediaan stok pangan daerah.

Selama ini, pengolahan gabah hasil panen petani sebagian besar di bawa ke Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Setelah menjadi beras, di bawa kembali ke Bungo untuk konsumsi masyarakat. Proses tersebut dinilai merepotkan.

Dengan rencana pendirian gudang Bulog beserta mesin penggilingan (modern rice miling plant), di harapkan mampu meningkatkan cadangan pangan daerah, dengan harga yang sesuai dengan ketetapan pemerintah.

"Dengan adanya tempat penggilingan padi itu, insyaAllah bisa digiling di Bungo, kemudian harga tidak mahal, berputar (hasil panen) di Bungo," jelasnya.

Humas kantor wilayah Bulog Jambi, Ali Bosar mengatakan, program pembangunan gudang dan mesin penggilingan di Jambi menyasar dua daerah, meliputi Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Bungo.

Saat ini Bulog tengah menunggu proses legal berupa dokumen surat hibah tanah. Setelah syarat tersebut keluar, pihak Bulog langsung melakukan proses pembangunan gudang beserta mesin penggilingan.

Tujuan pembangunan gudang Bulog, merupakan upaya mendukung rencana pemerintah untuk membangun Infrastruktur Pasca Panen (IPP), sekaligus meningkatkan kapasitas penyimpanan dan penyerapan gabah petani untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026