Muara Bulian, Batanghari (ANTARA) - Sebanyak 210 jamaah calon haji (JCH) Kabupaten Batang Hari resmi dilepas menuju Tanah Suci dalam acara pelepasan keberangkatan haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Bupati Kabupaten Batang Hari Musam Fadhil Arief di Muara Bulian, Minggu, mengatakan pentingnya kesiapan mental, ilmu, dan kesehatan bagi jamaah selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

"Untuk menjadi takwa harus memiliki ilmu dan harus belajar. Kita harus mengenali diri kita, termasuk kesehatan kita pada saat ibadah,” kata Fadhil.

Menurutnya, ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin.

Ia mengingatkan jamaah untuk menjaga kondisi tubuh dan pikiran agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan baik, terutama bagi jamaah yang memiliki penyakit bawaan.

“Para bapak ibu sekalian agar membersihkan hati dan pikiran supaya penyakit bisa hilang,”ujarnya.

Selain itu, Fadhil juga meminta para JCH tetap fokus beribadah dan tidak terganggu oleh hal-hal yang tidak penting selama berada di Tanah Suci.

“Jangan ganggu kekhusyukan jamaah haji dengan informasi yang tidak perlu, agar jamaah fokus untuk ibadah,” tegasnya.

Dan juga ia turut mengingatkan agar penggunaan telepon genggam tidak berlebihan karena dapat mengurangi kekhusyukan dalam beribadah.

“HP juga bisa mengganggu kekhusyukan pada saat ibadah sehingga jangan berlebihan saat menggunakannya,” katanya.

Dengan demikian Bupati meminta para pendamping dan panitia haji memberikan pelayanan maksimal serta memastikan kesehatan jamaah tetap terjaga selama pelaksanaan ibadah haji berlangsung.

Di dalam Acara berlangsung khidmat dan dihadiri keluarga serta kerabat jamaah yang turut mengantar keberangkatan para JCH tersebut. 

Para Calon Jamaah Haji tampak mengenakan pakaian seragam dan mengikuti rangkaian acara dengan tertib.



Pewarta: Riski Apriyani
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026