Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyatakan Indonesia mengalami surplus ternak pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah tahun ini, dengan ketersediaan hewan kurban mencapai 3,2 juta ekor atau melebihi kebutuhan nasional.
Ditemui di sela pelaksanaan kurban yang dilaksanakan Kementerian Pertanian bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di kawasan Masjid Nurul Iman, Kementan, Jakarta, Rabu, Sudaryono mengatakan kebutuhan konsumsi secara nasional hanya mencapai 2,4 juta ekor.
Dengan ketersediaan 3,2 juta ekor dan kebutuhan sekitar 2,4 juta ekor, Indonesia mengalami surplus hewan kurban sekitar 800 ribu ekor pada perayaan Idul Adha tahun ini.
"Jadi ada surplus sekitar 800 ribuan ekor. Ini artinya alhamdulillah, Allah telah memberikan rahmat-Nya, telah memberikan rezeki-Nya kepada bangsa kita, negara kita hari ini," kata Sudaryono.
Menurutnya, surplus tersebut merupakan rahmat dan rezeki yang patut disyukuri karena menunjukkan kondisi ketersediaan ternak nasional berada dalam keadaan baik.
Ia menilai capaian tersebut menjadi pertanda bahwa kondisi Indonesia saat ini berada dalam situasi yang baik, termasuk dari sisi pertumbuhan dan ketersediaan pangan.
Sudaryono menegaskan berbagai anggapan yang menggambarkan kondisi negara secara negatif tidak sesuai dengan kenyataan, karena berbagai indikator menunjukkan perkembangan yang positif.
Surplus ternak sekitar 800 ribu ekor tersebut juga menjadi bukti kemampuan nasional dalam memenuhi kebutuhan hewan kurban tanpa mengalami kekurangan pasokan.
Di tengah situasi global yang masih diwarnai berbagai konflik dan ketidakpastian, Indonesia dinilai tetap mampu menjaga kondisi dalam negeri agar tetap stabil dan terkendali.
"Di saat situasi sulit perang di mana-mana, kita dalam keadaan yang baik, itu tentu perlu kita syukuri bersama," ucap Sudaryono.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari kerja pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri dan seluruh perangkat negara yang terus berupaya menjaga keadaan tetap baik.
"Pemerintah, Presiden kita, menteri-menterinya, kabinetnya dan seluruh perangkatnya itu bekerja keras supaya kondisi negara kita dalam keadaan baik, berjalan dalam keadaan baik dan insya Allah sesuai dengan doa kita semuanya, negara kita dalam keadaan baik," tutur Sudaryono.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda mengatakan ketersediaan hewan kurban secara nasional cukup, aman dan terkendali.
"Total prognosa ketersediaan sebanyak 3,2 juta ekor, terdiri dari sapi 860.000 ekor, kerbau 34.000 ekor, kambing 1,4 juta ekor, dan domba 935.000 ekor," kata Agung.
Sementara itu, kebutuhan nasional untuk penyembelihan hewan kurban pada tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 2,4 juta ekor sehingga masih terdapat surplus sekitar 800.000 ekor.
Menurut Agung, surplus tersebut menunjukkan kapasitas produksi peternakan nasional mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama perayaan Idul Adha tanpa kendala pasokan yang berarti.
Pewarta: Muhammad HariantoUploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026