Jambi (ANTARA Jambi) - Pemerintah Kota Sungaipenuh, Provinsi Jambi akan memasukkan pelajaran aksara "Incung" Kerinci dalam kurikulum pendidikan dengan menjadikannya materi pelajaran muatan lokal.

"Wali Kota Sungaipenuh Asyafri Jaya Bakri sudah menyampaikan kepada kami akan segera menjadikan khasanah budaya Kerinci aksara Incung menjadi materi pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah di Kota Sungaipenuh," kata Direktur LSM Bina Potensia Budi V Jauhari di Jambi, Minggu.

Aksara Incung merupakan warisan peradaban Proto-Melayu yang kini masih bertahan di Kabupaten Kerinci dan Sungaipenuh.

Wali Kota bahkan sudah mengeluarkan instruksi agar Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Pemuda Olahraga segera menyusun perencanaan matang terkait pembelajaran aksara Incung tersebut.

Diharapkan program itu sudah berjalan pada tahun ajaran baru 2013, karena Dinas Dikbudpora juga sudah mematangkan konsep dan materi ajarnya, kata Budi.

Pelajaran muatan lokal dengan materi pembalajaran tulis baca aksara Incung ini akan dipelajari oleh para siswa dari jenjang SD hingga SMA sederajat.

Setelah satu setengah abad berlalu, sejak masuknya aksara Arab Melayu dan aksara latin, masyarakat Kerinci dan Kota Sungaipenuh tidak pernah lagi menggunakan aksara Incung yang merupakan warisan budaya leluhur mereka.

Di Kota Sungaipenuh sendiri, keberadaan aksara Incung sebenarnya sudah direvitalisasi penggunaannya oleh Pemkab Kerinci sebelum daerah tersebut dimekarkan, salah satunya digunakan dalam penamaan nama jalan dan kantor pemerintah.

Di gerbang Kota Sungaipenuh sendiri yang baru selesai dibangun, saat ini selain memakai aksara latin juga disertai dengan aksara Incung, sehingga menampilkan ciri dan kesan Kota Sungaipenuh sebagai kota budaya layaknya Yogyakarta.

Di Kerinci dan Sungaipenuh saat ini hanya tersisa enam orang tokoh adat Kerinci yang masih bisa baca tulis aksara Incung itu selain para seniman dan masyarakat biasa lainnya.

Oleh karena itu, keberadaan aksara ini terancam punah sehingga memerlukan program berkelanjutan untuk memperkenalkannya kembali kepada masyarakat.

Budi menegaskan, Kerinci adalah satu di antara tiga daerah lainnya di Sumatera yang memiliki aksara sebagai penanda zaman sejarah di Pulau Andalas, yakni aksara Batak di Sumut, aksara Rejang di Bengkulu, dan aksara Surat Ulu di Lampung.(Ant)

Pewarta:

Editor : Edy Supriyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2012