Jambi (ANTARA) - Peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran di sekolah menjadi kunci penting dalam memajukan sekolah di era ‘Merdeka Belajar’.
“Sebagai pemimpin pembelajaran, kepala sekolah yang harus memastikan semua guru mendapat dan menerapkan hasil pelatihan. Termasuk menyediakan kebutuhan pembelajaran aktif dan budaya baca, serta menciptakan keterbukaan, dan pelibatan masyarakat dalam peningkatan kualitas sekolah,” kata Direktur Program PINTAR Tanoto Foundation, M Ari Widowati melalui rilis yang disampaikan pada Kamis (19/3) di Jambi.
Pada libur sekolah untuk pencegahan penyebaran Virus Corona (COVID-19) seperti saat ini, kepala sekolah harus mampu melibatkan guru dan orangtua siswa untuk bekerja sama sehingga siswa tetap terfasilitasi belajar di rumah.
Peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran di sekolah tersebut dituangkan dalam buku praktik baik kepemimpinan pembelajaran Kepala sekolah dan madrasah. Buku yang ditulis oleh para jurnalis nasional tersebut diterbitkan Tanoto Foundation bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama.
Ada 13 kepala sekolah yang diulas dalam buku terkait pengalaman melakukan perubahan pembelajaran. Seperti yang dilakukan oleh Rahmini, Kepala SMPN 3 Batang Hari, Jambi.
Beberapa inisiatif yang dia lakukan diantaranya membentuk paguyuban kelas dan 24 grup WhatsApp kelas. Menurut Rahmini, membangun komunikasi dengan orangtua siswa, merupakan cara jitu meningkatkan peran serta masyarakat dalam mendukung program sekolah.
Untuk mendukung perubahan di sekolah dan madrasah, Tanoto Foundation melatih dan mendampingi para kepala sekolah, guru, komite sekolah, dan pengawas dari 440 sekolah dan madrasah. Pelatihan dan pendampingan tersebut mendorong penerapan kepemimpinan pembelajaran dalam bingkai Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).
“Mereka juga dilatih untuk konsisten menerapkan pembelajaran aktif dengan unsur Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi (MIKiR) dan mengembangkan program budaya baca,” kata Spesialis Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah Tanoto Foundation, Makinuddin Samin.
Setelah menjalani pelatihan dan pendampingan, data dari Aplikasi Pemantauan Sekolah (APS) diperoleh data 81,4% kepala sekolah dan madrasah telah menerapkan kepemimpinan pembelajaran, meningkat dari data sebelumnya yang hanya 32%.
Pewarta: Muhammad HanapiEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026