Rektor Unja Prof. Sutrisno menyayangkan
kejadian tersebut dan merespon cepat informasi dengan meminta kepada dekan fakultas, jurusan dan prodi untuk segera melakukan langkah investigasi dan menyusun kronologis kejadiannya.
" Unja juga akan memfasilitasi untuk memediasi kedua belah pihak untuk diselesaikan secara kekeluargaan," kata Humas Unja Mochammad Farisi di Jambi, Minggu (18/12).
Dia meneruskan, penyelesaian secara kekeluargaan lebih arif sehingga bisa menjadi pembelajaran bagi semua.
Sementara itu apabila hasil investigasi oknum dosen terbukti bersalah maka akan dilakukan pembinaan dan sangsi sesuai ketentuan yang berlaku dimana yang bersangkutan sebagai dosen, pendidik sekaligus Aparatur Sipil Negara.
Sebelumnya diberitakan telah terjadi dugaan kekerasan yang menimpa Artur Widodo Mahasiswa Fakultas Porkes Universitas Jambi Jumat (16/12).
Mahasiswa itu membuat laporan ke Polda Jambi No 8/294/XII/2022/SPKT C POLDA JAMBI untuk peristiwa kekerasan itu.
Awalnya Artur akan menjalani ujian, dan menghubungi dosen pembimbing akademik (PA) yang berinisial D. Saat itu korban menghubungi D untuk meminta izin.
"Hari ini (Jumat,red) ujian sama dia. Tapi sampai sore tidak ada kabar sama sekali, karena besok saya sudah harus sampai di Palembang untuk ikut kejuaraan pencak silat makanya saya minta izin, untuk bertanya apakah bisa berangkat," kata Artur.
Saat meminta izin via WhatsApp, D malah memarahi korban, saat itu korban diminta untuk datang ke ruangan kerjanya.
Menurut pengakuannya, saat tiba di tangga langsung ditarik, dan mendapat kekerasan.
Sementara itu, saat di konfirmasi, dosen pembimbing berinisial D itu menyebutkan akan menyelesaikan permasalahan- permasalahan itu secara kekeluargaan.
"Itu salah paham, kita akan mediasi," katanya.
Pewarta: TuyaniEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026