Kota Jambi (ANTARA) - Gubernur Jambi menyatakan bahwa kegiatan safari subuh merupakan bagian upaya pemerintah menyerap aspirasi masyarakat di tingkat bawah.

"Safari Subuh bukan hanya soal ibadah, tetapi bagian dari upaya menyerap aspirasi rakyat, menyampaikan pesan pembangunan, dan membangun spiritualitas kepemimpinan yang merakyat," kata Gubernur Jambi Al Haris saat safari subuh di Masjid Nida'Urrahman, Pematang Sulur, Kota Jambi, Jumat.

 

Ia mengatakan hal utama kegiatan safari subuh merupakan sarana membangun kedekatan yang otentik antara pemimpin dan masyarakat.

Safari subuh bukan kegiatan seremonial, melainkan jalan untuk membumikan nilai-nilai religius dalam tata kelola pemerintahan, termasuk sebagai ruang diskusi bagi masyarakat menyampaikan aspirasi, keluhan dan harapan kepada pemimpin daerah.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jambi Azharuddin menambahkan dengan melaksanakan kegiatan tersebut, pemerintah hadir tidak hanya pada jam kerja. Namun, di luar jam kerja, saat menjelang pagi.

 

 

Menurut dia, pagi hari merupakan waktu yang tepat menyampaikan sesuatu, karena saat itu pikiran masih jernih. Belum terkontaminasi oleh beban pekerjaan.

Kegiatan safari subuh bagian dari program rutin setiap Jumat. Hal tersebut diperkuat dengan Surat Edaran Nomor 4963/SE/BKD-5.3/VI/2025 yang berlaku bagi ASN di lingkungan pemerintahan Provinsi Jambi, termasuk pengawas dan kepala sekolah.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026