Kota Jambi (ANTARA) - Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan apresiasi atas sinergitas Bank Indonesia (BI)  dan perbankan dalam mendorong digitalisasi ekonomi untuk mengubah pola transaksi dengan sistem praktis dan efisien kepada masyarakat di provinsi itu.


“Hari ini hampir semua transaksi perbankan telah berbasis digital. Masyarakat Jambi juga semakin paham dengan solusi pembayaran digital," kata Al Haris di Jambi, Jumat.

Menurut dia, upaya mengedukasi mesti terus dilakukan supaya semakin banyak masyarakat memahami dan menggunakan teknologi ini, sehingga digitalisasi benar-benar memberi manfaat luas.

Dalam kesempatan itu, gubernur dua periode itu menyinggung kondisi perekonomian Jambi yang pada triwulan II 2025 tumbuh 4,99 persen.

Angka yang menunjukkan daya tahan ekonomi daerah di tengah dinamika nasional maupun global.

Meski sektor pertambangan sempat mengalami perlambatan akibat belum optimalnya aktivitas  batubara, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi tetap berupaya menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan sektor lainnya.

Menurut dia, sektor Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) perdagangan, serta pariwisata memiliki potensi besar sebagai motor penggerak ekonomi baru. 

Oleh karena itu, pemerintah akan terus mendorong terciptanya ekosistem usaha yang kondusif dengan memperluas digitalisasi sistem pembayaran.

Selain itu, mendukung promosi produk lokal, serta membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali, saat membuka kegiatan Gebyar Ekonomi Digital dan Literasi Jambi (GENTALA ARASI) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, menekankan pentingnya digitalisasi sebagai lompatan besar dalam sistem pembayaran.

Ia menyebut, seluruh pemerintah daerah di Provinsi Jambi (100%) telah terhubung dalam sistem digital, melampaui capaian nasional yang berada di angka 91,8 persen.

Menurutnya, digitalisasi bukan hanya soal transaksi, tetapi juga perubahan pola pikir. Inovasi seperti QRIS menjadi tulang punggung pembayaran modern yang cepat, murah, mudah, aman, dan andal.

"Saat ini, QRIS telah digunakan lebih dari 57,6 juta pengguna di Indonesia dengan 93,16 persen merchant adalah UMKM,” ungkap Ricky.

Di Jambi sendiri, capaian QRIS cukup membanggakan, karena hingga 2025, jumlah merchant QRIS mencapai 394 ribu, pengguna aktif 596 ribu, dengan transaksi mencapai 18,7 juta kali senilai Rp2,4 triliun. Angka ini bahkan telah melampaui target Bank Indonesia.

Kegiatan GENTALA ARASI 2025 mengusung tema “Digital Heritage, Digital Future”, sebagai bentuk implementasi, Bank Indonesia meluncurkan inovasi pembayaran QRIS di kawasan Candi Muaro Jambi, sehingga pengunjung dapat melakukan pembayaran tiket, belanja, hingga kuliner UMKM secara digital.

“Ekonomi digital ibarat ribuan transaksi kecil yang saling terhubung, sama seperti ribuan batu yang membentuk Candi Muaro Jambi. Dengan digitalisasi, kita ingin menyatukan, memudahkan, dan mensejahterakan masyarakat,” tutup Ricky.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026