"Senin depan harus ada SOP di Samsat, tidak ada kata tidak atau alasan lain. Harus jelas dan jangan main-main dengan uang," kata Zola saat inspeksi mendadak (sidak) di kantor Samsat Jambi di Kota Jambi, Jumat.
Adanya SOP itu kata Zola agar masyarakat tahu berapa lama harus menunggu dan berapa biaya yang harus dikenakan dalam pengurusan administrasi yang dibutuhkan masyarakat.
Saat sidak, Zola terlihat geram karena dia mendapati langsung pegawai yang terlambat datang dan banyak yang tidak hadir, padahal dirinya datang sudah pukul 09.00 WIB. Bahkan Kepala Samsat juga belum datang.
"Saya ucapkan banyak terima kasih kepada bapak ibu yang sudah bertugas di sini. Saya akan mengevaluasi kinerja pegawai karena saya banyak mendapatkan laporan bahwa kantor ini sepi padahal sudah jam tugas," ujarnya.
Zola menekankan kepada pimpinan Samsat agar PNS yang tidak disiplin segera ditindak tegas, dan pecat bagi pegawai honorer yang tidak disiplin. Apalagi katanya saat sidak sudah banyak masyarakat datang tapi tidak dilayani.
Zola juga mendapati warga yang ingin mengurus STNKnya yang hilang diminta harus membayar Rp500 ribu. Namun Zola ragu apakah biaya administrasi itu sesuai ketetapan atau tidak, jika tidak berarti ada oknum Samsat yang bermain.
"Saya akan mempelajarinya, bagaimana kinerjanya pegawai di Samsat, karena ada laporan ke saya bahwa ada keuangan tidak jelas di sini. Itu laporan dari BPK, bukan sembarangan," katanya.
Sementara itu, Kepala Samsat Jambi Muhammad Rum, mengakui bahwa pegawainya banyak yang tidak disiplin dan memang dibutuhkan sidak oleh gubernur dalam rangka memperbaiki pelayanan ke masyarakat.
"Saya menyambut baik pak gubernur, memang butuh sidak. Selama ini teman-teman tidak disiplin pada hal yang dikerjakan ringan. Dengan kehadiran pak gubernur saya akan meningkatkan pelayanan kami. Saya siap dan akan melakukan evaluasi mulai dari visualisasi tarif dan skedul," kata M Rum. (Ant)
Pewarta: Dodi SaputraUploader : Dodi Saputra
COPYRIGHT © ANTARA 2026