......Setelah rasionalisasi anggaran, Jambi secara keseluruhan kebagian 2.700 hektare......
Jambi (ANTARA Jambi) - Program cetak sawah di Provinsi Jambi tahun 2016 dikurangi 1.100 hektare dari target semula 3.800 hektare karena terjadinya defisit anggaran.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertan) Provinsi Jambi Amrin Aziz, di Jambi, Jumat, mengatakan semula Provinsi Jambi ditargetkan pemerintah pusat mencetak lahan sawah baru seluas 3.800 hektare pada tahun 2016, namun karena rasionalisasi angaran, target itu dipangkas.

"Setelah rasionalisasi anggaran, Jambi secara keseluruhan kebagian 2.700 hektare. Dan hingga Agustus ini sudah terealisasi 2.005 hektare lebih," katanya.

Dijelaskannya, progres program ketahanan pangan yang tersebar di kabupaten/kota di Jambi juga beragam, bahkan untuk tiga kabupaten seperti Tebo, Merangin dan Sarolangun dengan target 500 hektare sudah terealisasi 100 persen. Begitu pula dengan Kabupaten Bungo dengan target 200 hektare juga sudah terealisasi 100 persen.

Sedangkan dari luasan 2005 hektare lebih yang sudah dicetak itu, 357,8 hektare diantaranya sudah ditanam padi. Yakni di Kabupaten Tebo seluas 85 hektare, Merangin 147 hektare, Sarolangun 110,8 hektare, Bungo 12 hektare dan Kabupaten Batanghari tiga hektare.

Untuk target produksi padi Provinsi Jambi tahun 2016 ini mencapai angka 805 ribu ton, Amrin mengatakan bahwa target itu bisa terealisasi karena musim pada tahun ini juga mendukung.

"Jambi memang sedang mengalami musim panas, tapi tetap ada hujan, udara juga lembab, jadi mendukung dan target kita terealisasi. Hanya kawasan pantai timurJambi yang agak kering, namun tidak mengganggu produksi padi kita," katanya menjelaskan.

Sementara mengenai target produksi padi Provinsi Jambi dimasa yang akan datang, Amrin mengatakan jika dilihat dari potensi yang dimiliki Jambi, sangat memungkinkan untuk memproduksi padi 1 juta ton pertahun.



Pewarta: Dodi Saputra
Uploader : Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026