Muara Bulian, Batanghari (ANTARA) - Wakil Bupati Batanghari H Bakhtiar menghadiri peletakan batu pertama dan peresmian pabrik sawit PT Nusantara Green Energy di Kecamatan Batin XXIV, Desa Simpang Jelutih, Selasa (02/8)
"Pabrik sawit yang dibangun ini akan menggunakan teknologi terbaru," kata Bakhtiar
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Batanghari menyebutkan Pemerintah Kabupaten Batanghari sangat mendukung adanya pembangunan itu, sebab di Batanghari hampir 42 persen hutan lahan yang ada di daerah setempat, mulai dari hutan industri dan sebagainya.
Di daerah ini, lahan perkebunannya kurang lebih mencapai sebanyak 133 ribu hektar, sedangkan pabrik yang ada hanya ada 12 pabrik, jadi masih membutuhkan 8 pabrik lagi.
Bakhtiar menjelaskan bahwa pengembangan pangan maupun energi ketersediaannya sangat tersedia, kemudian pengelolaan pangan dan bahan bakar segar maupun bahan baku industri ini juga akan dilakukan pengembangan lebih lagi untuk ke depannya.
"Dengan adanya pabrik tersebut semoga berjalan dengan baik positifdan sampai ke tengah-tengah perkebunan masyarakat," ujarnya
Selain di perkebunan, untuk perikanan juga menyumbang devisa untuk negara, maka dari itu diharapkan dengan adanya PT Nusantara Green Energy ini dapat memajukan kesejahteraan petani yang ada di Batanghari.
Sementara itu, Gubernur Provinsi Jambi, Al Haris mengatakan saat ini di Batanghari untuk perkebunan kelapa sawit paling cepat adalah kebun rakyat, sebab melihat kondisi harga yang mulai bergairah, banyak petani yang menebang kebun karet menggantikannya dengan kebun kelapa sawit.
"Di Provinsi Jambi saat ini telah memiliki 80 pabrik kebun sawit, dan dalam kebutuhan pabrik di Provinsi Jambi masih membutuhkan 21 pabrik lagi, dan telah berdiri satu pabrik baru sehingga tersisa 20 pabrik lagi yang dibutuhkan," kata Gubernur Jambi
Saat ini, perekonomian Indonesia yang mulai pulih dirinya berharap agar perusahaan-perusahaan pabrik tersebut dapat terus berinvestasi di tengah semangat petani yang mulai bergairah.
Pihaknya mengharapkan mulai sejak Juni, Juli dan Agustus akan terjadi perubahan harga dengan kategori luar biasa, agar para petani merasakan sejahtera. Selain itu, Provinsi Jambi juga merupakan wilayah yang hasil ekspornya sangat baik sebab untuk ekspor untuk pertanian sangat berkembang pesat seperti pertanian pinang betara,kayu manis dan lainnya.
"Di daerah Sumatera, pertanian ini masuk dalam peringkat ketiga. Namun di saat keadaan pandemi mulai membaik harga-harga di Provinsi Jambi kembali stabil, bahkan Jambi akan terus menjadi penyumbang baik dari segi perkebunan maupun pertanian hingga pertambangan," ujarnya
Selain itu, Kementerian Perdagangan, Zulkifli Hasan dalam sambutannya mengatakan, untuk mengatasi harga sawit di Provinsi Jambi, pemerintah harus bisa mengajak para perusahaan menjadi rekan dan para petani, sehingga menjadi sejahtera tanpa ada tekanan sebab dengan bersatunya kita semua maka akan terciptanya negara yang berdaulat dan negeri menjadi stabil.
"Untuk kondisi perkebunan sawit, dalam dua minggu ke depan dapat dipastikan mengalami kenaikan bahkan bisa mencapai angka 2.000 rupiah atau lebih," katanya
