Muara Bulian, Batanghari (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi mencatat  ada sepuluh titik panas (hot spot) di daerahnya namun itu belum bisa dipastikan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari Sholihin di Muara Bulian, Rabu, mengatakan bahwa sebanyak 10 titik panas di daerahnya berada diantaranya di Kecamatan Bajubang, Bungku, Maro Sebo Ulu (MSU) dan Tembesi.

Memasuki musim kemarau berdasarkan perkiraan BMKG awal musim kemarau akan terjadi pada bulan Juni, Juli hingga  Agustus 2025, namun yang terjadi saat ini curah hujan masih terus terjadi. 

“Mudah mudahan dengan adanya curah hujan pada musim kemarau ini, bencana karhutla tidak terjadi, “ujarnya. 

Meski demikian, pihaknya mencatat beberapa titik panas terjadi di Kabupaten Batanghari. terutama pada Februari, Maret dan April beberapa titik terpantau. Beberapa titik panas yang terpantau tersebut bersumber dari beberapa sebab (faktor) diantaranya atap rumah, cerobong pabrik dan lain lain. 

“Namun untuk saat ini  belum ada laporan ataupun yang terpantau, “ tutupnya.

 



Pewarta: Riski Apriyani
Editor : Nanang Mairiadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026