Jambi (ANTARA) - Pertamina EP Jambi melakukan penanganan dan pembersihan lokasi rumah dan lahan warga yang terdampak minyak mentah akibat bocornya pipa di KM 14 Desa Pondo Meja, Kabupaten Muarojambi pada Selasa (24/6).
"Insiden kebocoran minyak mentah terjadi pada jalur trunkline Kenali Asam–Tempino milik Pertamina EP Jambi Field (PEP Jambi Field) di KM 14, Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi, kini sedang ditangani tim lapangan," kata Manager Pertamina EP Jambi Kurniawan Triyo Widodo, di Jambi Rabu dalam keterangan resminya.
Kejadian ini pertama kali dilaporkan oleh warga pada Senin (23/6) dan langsung direspons cepat oleh tim teknis PEP Jambi Field dengan menerjunkan personel ke lokasi guna menanggulangi kebocoran serta melakukan langkah-langkah pengamanan.
Hasil laporan tim di lapangan bahwa kebocoran terjadi akibat adanya tindak pidana/aksi kriminal illegal tapping yang kini sudah dilaporkan ke pihak berwajib, dalam hal ini ke Polsek Mestong oleh security Pertamina EP Jambi dan PAM Obvitnas telah melakukan koordinasi.
"Untuk pengungkapan kasus tindak pidananya merupakan kewenangan penyidik kepolisian dan Pertamina menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian," tegas Kurniawan Triyo Widodo.
Di lapangan ditemukan indikasi kuat bahwa kebocoran disebabkan oleh praktik pencurian minyak atau illegal tapping. Bukti awal berupa alat illegal tapping dan pipa galvanis berukuran 1 inci ditemukan di sekitar lokasi kejadian.
"Untuk saat ini fokus utama Pertamian EP Jambi adalah proses pembersihan minyak yang tercecer di area sekitar serta pengamanan lingkungan dan keselamatan masyarakat,"ujarnya.
Tim darurat, peralatan, dan armada pendukung telah dikerahkan, dan proses pembersihan diperkirakan berlangsung selama dua hari ini dan selain itu telah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar agar tidak menyalakan api terbuka atau membakar sampah, guna menghindari risiko kebakaran.
Kurniawan Triyo Widodo, menegaskan bahwa kejadian ini merupakan tindak pidana yang merugikan negara dan masyarakat dimana aksi illegal tapping tidak hanya mengganggu kelancaran operasi produksi dan menyebabkan kerugian bagi Pertamina, tetapi juga berdampak langsung terhadap lingkungan dan keselamatan warga.
Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PEP Jambi memiliki peran strategis dalam mendukung penyediaan energi, khususnya migas, untuk kebutuhan nasional. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk turut menjaga infrastruktur migas negara.
Kurniawan juga mengapresiasi langkah cepat Polsek Mestong Kabupaten Muaro Jambi yang telah bersinergi dengan tim keamanan Pertamina EP Jambi dan PAM Obvitnas dalam merespons kejadian ini secara efektif.
Sebagai bentuk antisipasi dan keselamatan, PEP Jambi mengimbau masyarakat yang melintas di KM 14 Jalan Lintas Palembang–Jambi untuk tetap waspada, tidak berhenti di sekitar area pembersihan, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.
Pertamina EP Jambi Field akan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang dan berkomitmen untuk menangani insiden ini secara cepat, tuntas, dan bertanggung jawab.
Pewarta: Nanang MairiadiEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026