Kota Sungai Penuh (ANTARA) - Masyarakat Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi diminta untuk menghentikan perilaku membuang sampah ke sungai guna mencegah pencemaran lingkungan dan demi menjaga keberlangsungan ekosistem.

"Saatnya masyarakat ubah perilaku buang sampah. Salah satu caranya kurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai dan tidak membuang sampah ke sungai, " kata Wali Kota Sungai Penuh Alfin Bakar saat peringatan Hari Tanpa Kantong Plastik di Sungai Penuh, Kamis.

Ia mengatakan Hari Tanpa Kantong Plastik bukan sekadar simbol, namun hal itu kesempatan untuk semua lapisan masyarakat memulai perubahan.

Seluruh masyarakat Kota Sungai Penuh disarankan membawa kantong belanja sendiri ketika ke pasar.

Ia menilai kondisi sungai di Kota Sungai Penuh saat ini memerlukan perhatian bersama.

Banyak aliran sungai yang mulai tercemar akibat sampah rumah tangga, terutama plastik yang sulit terurai.

Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memperkuat edukasi lingkungan, termasuk dengan menggalakkan penggunaan kantong ramah lingkungan di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan.

Sungai Penuh memiliki banyak aliran sungai dan wilayah pemukiman padat sehingga masalah sampah plastik menjadi tantangan nyata.

"Plastik yang dibuang ke sungai dapat menyumbat saluran air dan menjadi sumber bencana saat musim hujan,"ujarnya.

Dia menjelaskan sungai bukan tempat sampah sehingga semua warga harus bertanggung jawab menjaga aliran air agar tetap bersih, karena dampaknya langsung terasa.

"Kita akan terhindar dari banjir kalau sungai bersih dan sebaliknya terjadi pencemaran air, sampai terganggunya kesehatan masyarakat," katanya.

Hari Tanpa Kantong Plastik pertama kali diperingati pada 2008 atas inisiatif organisasi Zero Waste Europe. Peringatan tersebut menjadi kampanye global untuk menekan penggunaan plastik sekali pakai yang kian merusak ekosistem.

“Saya berharap ini menjadi kebangkitan kesadaran kolektif. Kalau bukan kita yang menjaga Sungai Penuh, siapa lagi,” demikian Alfin.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026