Kota Jambi (ANTARA) - Pelaksanaan Harian (Plh) Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi Brigjen TNI Heri Purwanto menyebut titik panas (hotspot) di provinsi itu pada hari ini nihil, karena hujan deras yang mengguyur itu dalam dua hari terakhir.
"Kemarin titik panas yang ada di Tanjung Jabung (Tanjabbar) nihil berkat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang kami laksanakan," katanya di Kota Jambi, Senin.
Heri mengatakan beberapa waktu lalu terjadi sebaran titik panas di wilayah timur Jambi tepatnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Tercatat ada lima titik panas, namun setelah terjadi hujan, titik panas tersebut dilaporkan nihil.
OMC dilakukan dengan menggunakan helikopter. Sebanyak 12 ton garam NaCi, lanjutnya, ditabur selama enam hari operasi terhitung sejak tanggal 2 hingga 6 Juli 2025.
Setiap penerbangan petugas menabur 2 ton garam di wilayah rawan kebakaran, terutama di kawasan tanah gambut di Kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) dan Tanjung Jabung Barat.
Menurutnya, dalam OMC kali ini penaburan garam tahap pertama sudah selesai, sekarang Satgas melanjutkan kegiatan patroli rutin untuk memantau perkembangan di lapangan untuk mendeteksi potensi terjadinya sebaran titik panas baru.
Di sisi lain prakirawan cuaca BMKG Kelas 1 Sultan Thaha Jambi Nabilatul Fikroh mengatakan hujan yang mengguyur wilayah bagian barat dan timur Jambi dipengaruhi oleh Gelombang Rossby dan hasil OMC yang dilakukan di Jambi.
Gelombang ini terjadi di atmosfer dan lautan, terutama di sekitar daerah ekuator, terbentuk karena rotasi bumi dan pergerakannya yang lambat serta memengaruhi pola cuaca dan iklim.
Untuk kemarau tahun ini, kata dia, karena tidak ada pengaruh global dari El Nino maupun La Nina. Kemarau, lanjutnya, akan bersifat normal dan masih disertai hujan.
