Muara Bulian, Batanghari (ANTARA) - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Batang Hari kembali merangkak naik dalam dua hari terakhir sekitar Rp60/Kilogram.
Pemilik RAM Vino, Raden Jufri di Muara Bulian, Selasa, mengatakan bahwa kenaikan tersebut mengikuti pergerakan harga crude palm oil (CPO) di pasar internasional.
“Kalau harga CPO naik, biasanya harga TBS juga ikut naik,” katanya.
Di tingkat pengepul, mayoritas TBS masih diperdagangkan pada Rp2.950 per kilogram, tergantung kualitas buah dan kebijakan masing masing.
TBS di tingkat pabrik kelapa sawit berada pada kisaran Rp3.160 sampai Rp3.400 per kilogram, naik tipis dari angka sebelumnya Rp3.100/kilogram.
Untuk itu, ia berharap kestabilan harga dapat terjaga ke depannya. Selain itu stabilitas harga sangat penting agar tidak memberatkan petani maupun pelaku usaha sawit.
“Kami berharap harga ini bisa stabil, tidak naik terlalu tinggi dan tidak turun terlalu jauh,” ujarnya.
Kenaikan harga TBS ini memberi harapan tambahan pendapatan bagi petani, namun sekaligus menambah tekanan bagi pengepul yang harus menyeimbangkan margin.
Pemerintah daerah diminta terus memantau dinamika pasar agar kesejahteraan seluruh pelaku sektor sawit di BatangHari tetap terjaga.
