Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi bergerak melemah imbas dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sementara (hold) proses rebalancing indeks untuk saham-saham di pasar saham Indonesia.
IHSG dibuka melemah 597,75 poin atau 6,66 persen ke posisi 8.382,48. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 55,95 poin atau 6,39 persen ke posisi 820,16.
“Dari sisi pasar, keputusan MSCI ini berpotensi memberi tekanan pada pergerakan IHSG, khususnya dalam jangka pendek hingga menengah. Pembekuan kenaikan bobot saham Indonesia di indeks MSCI berarti potensi aliran dana pasif dari investor global menjadi tertahan. Padahal, dana indeks dan ETF selama ini menjadi salah satu penopang utama permintaan saham berkapitalisasi besar di Indonesia,” ujar Pengamat sekaligus Founder Stocknow.id Hendra Wardana kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
MSCI baru saja mengumumkan hasil konsultasi global terkait penilaian free float saham-saham Indonesia, dan isu tersebut langsung menjadi sorotan utama pelaku pasar
Dalam proses itu, sebagian investor global memang menyambut baik rencana penggunaan Laporan Komposisi Kepemilikan Bulanan KSEI sebagai referensi tambahan. Namun, secara umum mayoritas investor masih menyimpan kekhawatiran besar terhadap keandalan klasifikasi pemegang saham
“Mereka menilai data tersebut belum sepenuhnya mampu menggambarkan struktur kepemilikan yang sebenarnya, sehingga menimbulkan keraguan dalam menilai tingkat free float saham Indonesia,” ujar Hendra.
MSCI juga menilai bahwa meskipun BEI telah melakukan sejumlah perbaikan minor terkait data free float, persoalan mendasar mengenai investability pasar saham Indonesia masih belum terjawab. Investor global menyoroti rendahnya transparansi struktur kepemilikan saham serta adanya kekhawatiran potensi transaksi yang bersifat terkoordinasi.
“Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu mekanisme pembentukan harga yang wajar dan meningkatkan risiko volatilitas yang tidak sehat di pasar,” ujar Hendra.
Sebagai respons atas kondisi tersebut, MSCI menerapkan kebijakan pembekuan sementara yang berlaku efektif segera. Kebijakan itu mencakup pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor dan Number of Shares, baik yang berasal dari peninjauan indeks, termasuk Review Februari 2026, maupun dari aksi korporasi.
Selain itu, MSCI juga tidak akan menambahkan saham baru Indonesia ke dalam indeks MSCI Investable Market Indexes (IMI) dan menahan kenaikan segmen ukuran saham, seperti perpindahan dari kategori Small Cap ke Standard Index
Kebijakan itu bertujuan menekan risiko perputaran indeks yang berlebihan sekaligus memberi waktu bagi otoritas pasar Indonesia untuk melakukan perbaikan transparansi secara lebih menyeluruh
Pada perdagangan Selasa (27/1), bursa AS Wall Street kompak bergerak variatif, di antaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,83 persen ditutup di level 49.4212,40, indeks S&P 500 menguat 0,41 persen ke level 6.950,30, dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,88 persen ditutup di 25.713,21.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 934,69 poin atau 0,55 persen ke 53.040,00, indeks Shanghai menguat 10,95 atau 0,26 persen ke 4.150,54, indeks Hang Seng menguat 286,22poin atau 1,13 persen ke 27.068,19, dan indeks Strait Times melemah 25,19 poin atau 0,97 persen ke 4.897,89.
