Muaro Jambi (ANTARA) - Kasus kekerasan yang terjadi di Kabupaten Muaro jambi baru-baru ini menjadi pembelajaran bagi para guru di sekolah. Guru diminta agar lebih bijak lagi dalam mengambil keputusan dan menjaga kesabaran.
"Kami akan memanggil dan memberikan pemahaman kepada kepala sekolah, untuk mensosialisasikan bahwa guru harus bisa menjaga kesabaran dan mengendalikan emosi, sehingga kejadian serupa tidak lagi terjadi," kata Kadisdikbud Muaro Jambi Kasyful Iman di Muaro Jambi, Jumat.
Seperti kasus yang menimpa Tri Wulansari, guru Sekolah Dasar (SD) Negeri 21 Desa Pematang Raman, Kecamatan Kumpeh, Muaro Jambi, yang ditetapkan tersangka pada saat melakukan tindakan penertiban rambut siswa.
Kedepannya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Muaro Jambi, sesuai pada arahan Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno agar kejadian kekerasan tidak terulang lagi.
"Kami juga telah mendengar arahan dari Bupati Muaro jambi, yang secara tegas bahwa Bupati Muaro jambi menegaskan agar kedepannya kejadian serupa tidak terulang lagi," tambahnya.
Ia juga menghimbau kepada seluruh guru di kabupaten Muaro Jambi, agar dapat bertindak dengan lebih bijak, juga berpikir jernih. Karena pada masa sekarang ini tidak lagi sama pada zaman dahulu dimana kondisi sekarang ini tidak sama lagi dengan kondisi zaman dahulu, dulu ketika ada kesalahan pada siswa guru masih bisa memukul, tetapi sekarang sudah tidak bisa.
