Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto kembali mengutip kitab suci Al-Qur'an surat Ar Ra'd ayat 11 saat menekankan komitmennya untuk memperbaiki berbagai masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk persoalan korupsi yang masih dilakukan sejumlah pejabat negara.
"Kita ingat dengan Surat Ar Ra'd ayat 11 yang menegaskan Allah Subhanahu wa ta'ala tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum tersebut mengubah keadaan diri mereka sendiri," kata Presiden Prabowo di hadapan 58.000 umat Muslim pada acara pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu.
Oleh karena itu, Presiden Prabowo pun menegaskan dirinya tidak akan ragu-ragu untuk memberantas koruptor agar Indonesia dapat berubah menjadi ke arah yang lebih baik.
"Kita harus menjaga Republik ini. Kita harus menjaga kekayaan bangsa kita. Kita harus berani memberantas korupsi dari bumi Indonesia. Ini tidak ringan. Tiap kali kita mau berantas, tiap kali kita mau menegakkan hukum, kita mau menegakkan keadilan, tiap kali (pula, red.) kelompok koruptor, kelompok perampok-perampok ini, kelompok garong-garong ini menyerang balik," kata Presiden Prabowo.
"Mereka selalu ingin bikin kerusuhan, selalu ingin adu domba di antara kita. Kenapa? Karena mereka tidak ingin ada pemerintah yang bersih di bumi Republik Indonesia ini," imbuh Presiden.
Terlepas dari tantangan itu, Presiden Prabowo menegaskan janjinya untuk menegakkan hukum, konstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 45), dan peraturan perundangan-undangan.
"Saya tidak akan ragu-ragu, saya tidak akan mundur setapak pun, dan hari ini terima kasih, terima kasih Majelis Ulama Indonesia telah memberi kepada saya suntikan keberanian, saya menjadi lebih berani, lebih yakin bahwa ulama-umara bersatu. Kita akan menegakkan keadilan di bumi Indonesia ini," ujar Presiden.
Menurut Presiden, persatuan antara ulama dan umat Muslim sangat penting, karena hanya dengan itu keselamatan bangsa dapat terjamin.
"Keselamatan bangsa hanya bisa kita hasilkan kalau kita bersatu, kita hilangkan curiga di antara kita, kita hilangkan perbedaan masa lalu, kita hilangkan rasa benci. Perbedaan adalah baik, persaingan adalah baik, tetapi setelah bersaing, mari kita bersatu, bersatu, bersatu dalam munajat, bersatu untuk keselamatan bangsa. Kita hormati semua, hormati semua umat, hormati semua kaum. Itulah contoh-contoh yang diberikan oleh ulama-ulama Indonesia," kata Presiden Prabowo.
