Kota Jambi (ANTARA) - Nasabah Bank Jambi mengapresiasi langkah cepat manajemen Bank Pembangunan Daerah (BPD) itu dalam mengembalikan saldo rekening yang sempat terdampak gangguan sistem layanan sejak beberapa hari lalu.
Komitmen pengembalian saldo rekening nasabah lebih awal dari target yang direncanakan 10 hari kerja.
Seorang nasabah Bank Jambi, Yanto saat ditemui di Kantor Cabang Bank Jambi kawasan Kantor Wali Kota Jambi, Jumat, mengaku bersyukur karena uangnya telah kembali pada hari kelima pascagangguan tersebut.
Sebelumnya, pihak Bank Jambi menjelaskan bahwa saldo nasabah yang berkurang akibat gangguan sistem akan diganti paling lambat 10 hari kerja setelah peristiwa tersebut.
"Saya sempat khawatir saat mengetahui saldo tabungan berkurang Rp24,5 juta dari total Rp58 juta akibat gangguan sistem. Namun, setelah mendapat penjelasan bahwa uang dijamin tidak hilang, saya merasa tenang," kata Yanto.
Pada Jumat pagi, Yanto mengaku mendapat informasi dari sesama nasabah, bahwa pengembalian saldo mulai direalisasikan.
"Saya mengantre untuk mengecek langsung dan memastikan saldo telah dikembalikan utuh tanpa pengurangan sedikit pun. Ternyata benar, sudah sesuai," ujar dia.
Menurut dia, langkah cepat bank dalam menyelesaikan masalah tersebut menunjukkan komitmen manajemen dalam menjaga kepercayaan nasabah.
Ia berharap pelayanan terus ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang.
"Terima kasih Bank Jambi telah mengembalikan uang nasabah dan mengatasi gangguan ini secara cepat," kata Yanto.
Hal senada disampaikan nasabah lain, Tarmizi yang menyebut saldo di rekeningnya telah kembali normal dan utuh.
Insiden yang terjadi sejak Minggu (22/2), tidak mengurangi komitmennya untuk tetap menggunakan layanan Bank Jambi.
Direktur Treasury, Dana, IT, dan Digital Bank Jambi Achmad Nunung di Jambi, Kamis (26/2), memastikan manajemen akan mengganti seluruh kerugian nasabah yang terdampak.
Ia mengatakan jajaran manajemen telah melakukan rapat internal untuk membahas langkah penyelesaian atas kendala teknis yang terjadi.
"Kebijakan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan sekaligus upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan daerah," kata Achmad.
