Kota Jambi (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jambi menyebutkan realisasi penyaluran program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencatat tren positif di wilayah tersebut.
Hal itu ditandai dengan ribuan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) telah memanfaatkan program tersebut untuk memiliki rumah pertama lewat skema itu.
"Berdasarkan data, serapan program FLPP di Jambi hingga saat ini sekitar 40 ribu MBR telah memperoleh pembiayaan rumah melalui skema tersebut," kata Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi Jambi Tunas Agung Jiwa Brata di Jambi, Jumat.
Program FLPP dihadirkan pemerintah untuk memberikan kemudahan bagi MBR untuk memiliki rumah pertama dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berbunga rendah dan berjangka panjang.
"Melalui dukungan dana likuiditas dari pemerintah kepada bank penyalur, sehingga masyarakat membayar cicilan lebih ringan dan suku bunga tetap dengan skema subsidi, dibandingkan skema kredit komersial," ujarnya.
Menurut dia, kebutuhan rumah layak huni masih cukup tinggi, sehingga diperlukan intervensi kebijakan yang tepat menjembatani kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan rumah.
Program FLPP sangat bermanfaat bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan uang muka ringan mulai 1 persen, angsuran terjangkau dan bunga tetap 5 persen per tahun.
Agung mengatakan sektor perumahan memiliki dampak berganda terhadap perekonomian daerah.
Proses pembangunannya mendorong pertumbuhan sektor konstruksi, industri bahan bangunan, serta penyerapan tenaga kerja.
Setelah kawasan hunian terbentuk, aktivitas ekonomi baru tumbuh dan menggerakkan perekonomian lokal.
"Dengan tingginya permintaan mendorong sejumlah pengembang menyiapkan proyek lanjutan, guna memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Agung.
