Tanjung Jabung Timur (ANTARA) - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi bersama Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Tanjung Jabung Timur menjalin kolaborasi melalui program bedah rumah tidak layak huni dengan melibatkan warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak.

"Kolaborasi dengan Lapas ini menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektor mampu memberikan dampak yang luar biasa," kata Ketua Baznas Kabupaten Tanjung Jabung Timur Syarifudin di Muara Sabak, Kamis. 

Ia menjelaskan program tersebut bertujuan untuk mengangkat harkat hidup masyarakat, memberikan harapan baru bagi masyarakat kurang mampu.

Untuk tahap awal, program ini menyasar satu rumah warga yang berada di sekitar lingkungan Lapas Narkotika. 

Dalam kolaborasi itu, Baznas berperan menyediakan bahan bangunan, sementara itu Lapas Narkotika menyediakan pekerja berasal dari warga binaan yang telah memiliki keterampilan konstruksi, terlatih, bahkan telah mengantongi sertifikasi keahlian.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, Muhammad Askari Utomo menyampaikan bahwa keterlibatan warga binaan dalam program ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian.   

“Warga binaan kami bukan hanya menjalani masa pidana, tetapi juga dibekali keterampilan agar kelak bisa kembali ke masyarakat dengan kemampuan yang bermanfaat," jelas dia.  

Ia menambahkan program kolaborasi melibatkan tujuh orang warga binaan, dikerjakan selama tiga pekan

"Warga yang bekerja kita beri gelar “Pasukan Merah Putih”, menjadi simbol bahwa warga binaan mampu menjadi agen perubahan, bahkan dalam kondisi terbatas sekalipun," ungkap Askari.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjenpas Jambi Irwan Rahmat Gumilar mengungkapkan bahwa program kolaborasi merupakan inovasi pembinaan yang menyentuh langsung masyarakat.

“Ini bukan sekadar bedah rumah, tetapi bedah kehidupan. Kita melihat bagaimana pembinaan di Lapas bisa berdampak langsung kepada masyarakat. Ini adalah wajah pemasyarakatan yang sesungguhnya,” tegasnya.

Irwan menerangkan, keberhasilan program ini bahkan mendapat perhatian dan pujian dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Republik Indonesia.

Sebagai bentuk apresiasi, Kalapas Narkotika Muara Sabak bersama jajaran Kanwil Ditjenpas Jambi diundang secara khusus untuk menerima penghargaan atas inovasi dan kontribusi sosial yang telah dilakukan.

Program bedah rumah ini menjadi bukti bahwa di balik tembok lapas, ada semangat perubahan, kepedulian, dan harapan yang terus tumbuh.

Kolaborasi antara Lapas dan Baznas diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menghadirkan program-program kemanusiaan yang berdampak luas.

Penerima manfaat Suyono mengaku terbantu dengan program bedah rumah yang di inisiasi oleh pihak Baznas dan Lapas.

Berkat bantuan itu, bangunan rumah yang awalnya memiliki ukuran 4X6 meter, kini telah berubah menjadi 4X8 meter dilengkapi dua kamar tidur serta dapur yang layak.

Menurut dia, perubahan ini tidak hanya menghadirkan kenyamanan, tetapi juga rasa aman dan kebanggaan bagi penghuninya.

“Dulu rumah saya sempit dan sering bocor kalau hujan sekarang sudah bagus, ada dua kamar, dapur juga layak. Saya tidak pernah membayangkan bisa punya rumah seperti ini," kata Suyono.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026