Kota Jambi (ANTARA) - Cadangan beras di Jambi menembus angka 14.258 ton sehingga diyakini angka itu cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di provinsi tersebut hingga lima bulan ke depan.
"Di Jambi sendiri, stok beras yang dikelola Bulog telah menembus angka 14.258 ton. Ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga sebagai penyangga utama ketahanan pangan nasional," kata Pimpinan Bulog Wilayah Jambi Wiwin Indratno melalui keterangan tertulis di Jambi, Jumat.
Ia menambahkan capaian tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung capaian nasional.
Dengan cadangan yang kuat, ia mengatakan Bulog tidak hanya berperan sebagai stabilisator, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam ekosistem pangan nasional, mengingat ketersediaan stok tersebut menjadi instrumen strategis dalam meredam gejolak harga, mengantisipasi kondisi darurat, serta mendukung program-program pemerintah terkait bantuan pangan.
Lebih lanjut ia mengatakan pencapaian itu menjadi energi baru bagi seluruh insan Bulog untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat peran strategis dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.
Melalui semangat kolaborasi dengan petani, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan, pihaknya akan terus menjaga serta meningkatkan kebutuhan pangan dasar di Jambi.
Selain itu badan urusan pangan optimistis, dengan dengan adanya fondasi yang semakin kokoh, upaya menuju swasembada pangan dan kedaulatan pangan nasional dapat terwujud secara berkelanjutan.
Wiwin menambahkan, saat ini Bulog telah berhasil menyerap gabah setara beras sebanyak lima ribu ton.
Angka itu sebagian besar disumbang dari wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) dan Kerinci, mengingat daerah tersebut dalam satu pusat pertanian yang ada di Jambi.
Guna mendukung program ketahanan pangan nasional, Bulog bersama pemerintah daerah tengah merencanakan pembangunan lima gudang baru kapasitas seribu ton di Kabupaten Tanjab Timur, Muaro Jambi, Sarolangun, Bungo dan Kerinci.
Dari jumlah itu, dua gudang baru di Kabupaten Bungo dan Tanjab Timur akan dilengkapi fasilitas mesin penggilingan padi (Rice milling unit).
"Lima daerah sudah siap, kita sedang menunggu surat hibah dari daerah sebelum diusulkan pembangunannya," ujar dia.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026