Tanjab Timur, Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) Provinsi Jambi telah mendistribusikan bantuan benih padi dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk 3.371 hektare lahan pertanian yang ada di wilayah itu.
"Dari Kementan untuk masa tanam kedua, distribusi sudah selesai tinggal proses penanaman oleh petani penerima manfaat," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kabupaten Tanjab Timur Sunarno di Muara Sabak, Minggu.
Sunarno menjelaskan bantuan benih varietas Inpari 32 itu menyasar tujuh Kecamatan penerima manfaat. Dengan jumlah bantuan meliputi, Kecamatan Nipah Panjang, dengan volume bantuan sebanyak 27.730 kilogram (Kg) untuk 1.072 hektare (Ha) luas tanam.
Kecamatan Berbak, dari luas tanam 986 Ha mendapat bantuan sebanyak 32.100 Kg, Rantau Rasau jumlah bantuan sebanyak 27.800 Kg untuk 695 hektare.
Selanjutnya Kecamatan Muara Sabak Timur, mendapat bantuan Inpari 32 sebanyak 6.375 Kg untuk 255 Ha lahan pertanian. Muara Sabak Barat, dengan luas tanam 74 Ha mendapat bantuan berkisar 1.850 Kg benih padi.
Kemudian Kecamatan Geragai menerima bantuan 6.295 Kg benih untuk 226 Ha lahan pertanian di wilayah itu, terakhir Kecamatan Dendang menerima 2.075 kilogram untuk 83 hektare luas tanam yang ada di wilayah tersebut.
Jika dijumlahkan bantuan tersebut mencapai 104.225 kilogram benih, mampu menghasilkan panen sebanyak 23.597 ton dengan taksiran panen tujuh ton untuk setiap satu hektare.
Lanjut dia, benih yang diberikan melalui kelompok tani itu salah satu upaya mewujudkan percepatan musim tanam periode April-September (Asep).
Ia menambahkan, untuk mendukung ketersediaan pangan, sejak tahun 2013 telah membentuk peraturan daerah (Perda) No.18 tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (Perda LP2B) dan menetapkan 17 ribu hektare lahan khusus untuk ditanami padi.
Perda di atas kemudian diturunkan melalui peraturan bupati (Perbup) No. 6 Tahun 2017, dimana setiap aparatur sipil negara (ASN) Tanjabtim diwajibkan membeli beras petani lokal sebanyak 10 Kg setiap bulan.
Pembelian dikelola langsung oleh masing-masing dinas, dengan serapan bulanan rata-rata mencapai 32 ton. Selebihnya Bulog turut hadir membeli gabah kering giling (GKG) sesuai dengan harga pemerintah.
"Bantu percepatan musim tanam, dengan harapan benih yang dibagikan langsung ditanam, sehingga Agustus mendatang sudah bisa dipanen oleh petani," tutupnya.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026