Jambi (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi bersama swasta APP Group melalui PT Wirakarya Sakti (WKS) mulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah preventif meningkatkan kelembapan lahan gambut dan menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi.
"Pelaksanaan awal OMC dijadwalkan untuk 10 hari ke depan dengan kegiatan dipusatkan di Posko Bencana Gedung Eks-VIP Bandara Lama Jambi," kata Humas PT WKS Taufik Qurochman
Dia mengatakan dukungan perusahaan merupakan bagian dari komitmen APP Group dalam membantu pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di kawasan gambut yang rentan mengalami kekeringan pada musim kemarau.
Untuk 10 hari ke depan, APP Group melalui PT WKS menyediakan dukungan pembiayaan, sebanyak 10 ton garam untuk pelaksanaan OMC. Ini merupakan bentuk kepedulian kami dalam membantu pencegahan dini karhutla di Provinsi Jambi.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi sebelumnya telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla melalui Surat Keputusan Gubernur Jambi Nomor 329/KEP.GUB/BPBD/2026.
OMC menjadi salah satu strategi penting dalam upaya pencegahan karhutla. Kegiatan ini dilakukan dengan menyemai garam ke awan potensial hujan agar curah hujan meningkat, sehingga kelembapan tanah, terutama di lahan gambut, dapat terjaga dan potensi kebakaran dapat diminimalkan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi Bachyuni menyampaikan pelaksanaan OMC merupakan hasil kolaborasi antara Satgas Karhutla dan PT WKS dalam menghadapi musim kemarau tahun ini.
“Selama 10 hari ke depan, Satgas Karhutla bersama PT WKS akan melaksanakan OMC untuk membasahi lahan gambut di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi,” kata Bachyuni.
Ia menambahkan BPBD Provinsi Jambi akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendukung pelaksanaan OMC berikutnya sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam mencegah karhutla.
Satgas Karhutla Jambi juga mengundang seluruh pihak terkait untuk hadir dalam pelaksanaan awal operasi sebagai bentuk penguatan koordinasi dan sinergi dalam menghadapi ancaman karhutla.
Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi masyarakat dari dampak karhutla.
Pewarta: Nanang MairiadiEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026